global mediacom 31 maret 2009

of 83/83
PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN INFORMASI TAMBAHAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AND SUPPLEMENTARY INFORMATION UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008/ FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT

Post on 24-Jul-2015

146 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN INFORMASI TAMBAHAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AND SUPPLEMENTARY INFORMATION UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008/ FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS REPORT

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS Halaman/ Page SURAT PERNYATAAN DIREKSI/DIRECTORS STATEMENT LETTER LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 serta untuk periode-periode yang berakhir pada tanggal tersebut/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of March 31, 2009 and 2008 and for the periods then ended Daftar Isi/Table of Contents Neraca Konsolidasi/Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasi/Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi/Consolidated Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasi/Consolidated Statements of Cash Flows Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi/Notes to Consolidated Financial Statements INFORMASI TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY INFORMATION I. Neraca Induk Perusahaan Tersendiri/ Balance Sheets of Parent Company Only II. Laporan Laba Rugi Induk Perusahaan Tersendiri/ Statements of Income of Parent Company Only III. Laporan Perubahan Ekuitas Induk Perusahaan Tersendiri/ Statements of Changes In Equity of Parent Company Only IV. Laporan Arus Kas Induk Perusahaan Tersendiri/ Statements of Cash Flows of Parent Company Only 2 3 5 6 7 9 1

79

80

81

82

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

2009 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Bank yang dibatasi penggunaannya Investasi jangka pendek Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Rp 40.902 juta tahun 2009 dan Rp 17.931 juta tahun 2008 Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Piutang lain-lain - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Rp 5.444 juta Persediaan Uang muka dan biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Piutang pihak hubungan istimewa Aset pajak tangguhan Investasi pada perusahaan asosiasi Investasi lain Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan Rp 2.584.324 juta tahun 2009 dan Rp 3.564.097 juta tahun 2008 Goodwill Aset lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET

Catatan/ Notes

2008 ASSETS CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Restricted cash in bank Short-term investments Trade accounts receivable net of allowance for doubtful accounts of Rp 40,902 million in 2009 and Rp 17,931 million in 2008 Related parties Third parties Other accounts receivable net of allowance for doubtful accounts of Rp 5,444 million Inventories Advances and prepaid expenses Prepaid taxes Total Current Assets NONCURRENT ASSETS Receivables from related parties Deferred tax assets Investments in associates Other investments Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 2,584,324 million in 2009 and Rp 3,564,097 million in 2008 Goodwill Other assets Total Noncurrent Assets TOTAL ASSETS

1.533.731 1.199.818

3g,5 6,25 3h,7,44

2.117.164 29 1.300.478

1.467 1.364.252

3i,8,18,23 3e,44

51.255 1.100.175

274.768 1.168.938 525.562 78.810 6.147.346

3i,9 3j,10 3k,11 12

95.341 1.259.457 573.937 171.903 6.669.739

448 148.443 5.566 3.418.132

3e,3i,44 3u,38 3h,13 3h,14

12.393 268.111 6.025 1.636.133

1.843.598 1.881.565 344.295 7.642.047 13.789.393

3l,3m,15,18,23 3b,3n,16,42 3o,17

4.334.201 2.190.657 499.073 8.946.593 15.616.332

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-3-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman jangka pendek Hutang usaha Pihak ketiga Hutang lain-lain Pendapatan belum diakui Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman jangka panjang Sewa pembiayaan Hutang obligasi Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan Hutang pihak hubungan istimewa Hutang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman jangka panjang Sewa pembiayaan Hutang obligasi Kewajiban tidak lancar lain-lain Jumlah Kewajiban Tidak Lancar HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 15 miliar saham Modal ditempatkan dan disetor 13.758.079.550 saham tahun 2009 dan 13.748.844.550 saham tahun 2008 Agio saham Modal sumbangan Modal lain-lain - opsi saham karyawan Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan Rugi yang belum direalisasi akibat penurunan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Catatan/ Notes

2008 LIABILITIES AND EQUITY CURRENT LIABILITIES Short-term loans Trade accounts payable Third party Other accounts payable Unearned revenues Taxes payable Accrued expenses Current maturities of long-term liabilities Long-term loans Lease liabilities Bonds payable Total Current Liabilities NONCURRENT LIABILITIES Deferred tax liabilities Payables to related parties Long-term liabilities - net of current maturities Long-term loans Lease liabilities Bonds payable Other noncurrent liabilities Total Noncurrent Liabilities MINORITY INTERESTS EQUITY Capital stock - Rp 100 par value per share Authorized - 15 billion shares Issued and paid-up 13,758,079,550 shares in 2009 and 13,748,844,550 shares in 2008 Additional paid-in capital Donated capital Other capital - employee stock option Difference due to change in equity of subsidiaries Unrealized loss from the decrease in fair value of available for sale securities Retained earnings Total Equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

308.480 926.783 93.597 130.978 194.498 393.553

18 19 20 3r 3u,21 3r,22

34.042 692.680 112.189 179.658 156.424 179.016

35.472 3.523 2.086.884 49.364 3.741

23 3m,24 25

35.656 41.400 220.000 1.651.065 54.592 5.142

3u,40 3e

953.764 7.653 1.507.775 81.406 2.603.703 2.242.533

23 3m,24 25 3s,26 3b,27

816.687 951.944 2.819.315 130.990 4.778.670 2.110.367

1.375.808 867.198 410 12.047 1.394.500 (128.257) 3.334.567 6.856.273 13.789.393

28 29 30 3t,43 3h,31 14

1.374.885 862.693 410 22.853 1.869.114 2.946.275 7.076.230 15.616.332

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-4-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

2009 PENDAPATAN Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Telekomunikasi dan teknologi informasi Lainnya Jumlah Beban interkoneksi dan potongan harga telekomunikasi Pendapatan Bersih BEBAN USAHA Beban langsung Umum dan administrasi Penyusutan dan amortisasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing Penghasilan bunga Beban bunga dan keuangan Lain-lain - bersih Beban Lain-lain - Bersih BAGIAN RUGI BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK LABA SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS LABA BERSIH LABA PER SAHAM (Rupiah penuh) Saham dasar Saham dilusian

Catatan/ Notes 3r,32

2008 REVENUES Content and advertising based media Subscribers based media Telecommunications and information technology Others Total Telecommunication interconnection charges and discount Net Revenues OPERATING EXPENSES Direct costs General and administration Depreciation and amortization Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Gain (loss) on foreign exchange Interest income Interest expense and financial charges Others - net Other Charges - Net EQUITY IN NET LOSS OF ASSOCIATES INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSE INCOME BEFORE MINORITY INTERESTS MINORITY INTERESTS NET INCOME EARNINGS PER SHARE (Full Rupiah amount) Basic Diluted

876.903 250.263 50.122 736 1.178.024 1.178.024 3r 33 34 35

626.211 167.519 306.800 168 1.100.698 (55.046) 1.045.652

659.433 245.821 97.768 1.003.022 175.002

438.120 306.469 137.418 882.007 163.645

(27.723) 13.034 (76.366) (7.492) (98.547)

3r 2c 3g,3h,5 18,24,36 37

37.166 35.255 (116.567) 23.750 (20.396)

(135) 76.320 (9.553) 66.766 (25.384) 41.382

3h,12

(216) 143.033

3u,38

(30.847) 112.186

27

(33.347) 78.839

3v,40 3,0 3,0 5,7 5,7

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-5-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

Modal disetor/ Catatan/ Notes Capital stock Saldo per 1 Januari 2008 Laba bersih periode berjalan Saldo per 31 Maret 2008 1.374.885 1.374.885

Agio saham/ Additional paid-in capital 862.693 862.693

Keuntungan (kerugian) belum direalisasi Selisih efek ekuitas transaksi tersedia dijual/ perubahan Unrealized Modal lain-lain opsi saham ekuitas gain (loss) on Modal karyawan/ anak perusahaan/ available sumbangan/ Other capital - Difference due to for sale Saldo laba/ Donated employee stock change in equity equity Retained capital option of subsidiary securities earnings 410 410 22.853 22.853 1.869.114 1.869.114 2.867.436 78.839 2.946.275

Jumlah ekuitas/ Total equity 6.997.391 78.839 7.076.230 Balance at January 1, 2008 Net income for the period Balance at March 31, 2008

Saldo per 1 Januari 2009 Pelaksanaan opsi saham karyawan Perubahan ekuitas anak perusahaan Laba bersih periode berjalan Saldo per 31 Maret 2009

31,43 2s

1.375.808 1.375.808

866.722 475,80 867.198

410 410 -

12.491 (444)

1.617.403 (222.903) 1.394.500

(128.257) (128.257)

3.293.185 41.382 3.334.567

7.037.762 32 (222.903) 41.382 6.856.273

Balance at January 1, 2009 Employees stock option Change in equity of subsidiaries Net income for the period Balance at March 31, 2009

12.047

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-6-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan Kas dihasilkan dari operasi Pembayaran pajak penghasilan Pembayaran beban p g dan keuangan p j bunga Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pelepasan investasi pada anak perusahaan Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek - bersih Penerimaan bunga Pencairan bank dibatasi penggunaannya Penambahan investasi lain Perolehan aset tetap Hasil penjualan aset tetap Pelunasan piutang pihak hubungan istimewa Penambahan aset lain dan uang muka Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka pendek - bersih Pembayaran hutang pihak hubungan istimewa Pembayaran pinjaman jangka panjang - bersih Pembayaran hutang sewa guna usaha Pembayaran dividen Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 1.292.041 (855.327) 436.714 (80.296) (92.257) 264.161 64.185 16.057 12.986 (12) (52.288) 277 (7.157) (135.790) (101.742) 2008

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

1.179.780 (1.077.055) 102.725 (50.637) (187.929) (135.841) (263.929) 35.255 20.840 (214.677) (287.604) 289 (11.276) (160.619) (881.721)

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash paid to suppliers and employees Cash generated from operations Income tax paid Interest and financial charges paid Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Disposal of investment in subsidiaries Redemptions (placements) in short-term investments - net Interest received Redemptions in restricted cash in bank Additions to other investments Acquisitions of fixed assets Proceeds from sale of fixed assets Settlement of receivables from related parties Additions to other assets and advances Net Cash Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from (settlement of) short-term loans - net Settlement of payable to related parties Payment of long-term loans - net Payments of lease liabilities Dividend payment Net Cash Used in Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF PERIOD Effect of foreign exchange rate changes CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF PERIOD

575 (35) (20.492) (65) (20.017) 142.402 1.390.799 530

(8.430) (3.789) (8.933) (16.316) (33) (37.501) (1.055.063) 3.173.504 (1.277)

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE

1.533.731

2.117.164

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-7-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas yang tidak mempengaruhi kas : Penambahan Aset tetap melalui: Sewa pembiayaan

2008 SUPPLEMENTAL DISCLOSURES Noncash activities : Additions of fixed assets through: Lease liabilities

-

184.382

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-8-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

1.

UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Global Mediacom Tbk (Perusahaan) didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 60 tanggal 30 Juni 1981 dan diubah dengan akta No. 81 tanggal 29 Januari 1982 keduanya dari Notaris Lukman Kirana, SH. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/84/22 tanggal 22 Mei 1982 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54 tanggal 5 Juli 1985, Tambahan No. 912. Berdasarkan akta No. 31 tanggal 27 Maret 2007 dari Notaris Imas Fatimah, SH, nama PT. Bimantara Citra Tbk berubah menjadi PT. Global Mediacom Tbk. Anggaran dasar Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 58 tanggal 21 Mei 2008 dari Notaris Imas Fatimah, SH, notaris di Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan ini masih dalam proses Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha media dan penyiaran, telekomunikasi, infrastruktur, transportasi dan otomotif, industri kimia, hotel dan properti serta jasa keuangan dan investasi. Perusahaan beroperasi secara komersil mulai tahun 1982. Perusahaan beralamat di Menara Kebon Sirih Lt. 27 - 29, Jl. Kebon Sirih 17 - 19, Jakarta. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, jumlah karyawan Perusahaan masingmasing sebanyak 66 karyawan dan 73 karyawan. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 20 Juni 1995, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan suratnya No. S-795/PM/1995 untuk melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat atas 200 juta saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 1.250 per saham. Sahamsaham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Surabaya) pada tanggal 17 Juli 1995. -9-

1.

GENERAL a. Establishment and General Information PT. Global Mediacom Tbk (the Company) was established in Jakarta based on deed No. 60 dated June 30, 1981 as amended by deed No. 81 dated January 29, 1982, both of Notary Lukman Kirana, SH. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. Y.A. 5/84/22 dated May 22, 1982 and was published in Supplement No. 912 to the State Gazette No. 54 dated July 5, 1985. Based on deed No. 32 dated March 27, 2007 Notary Imas Fatimah, SH, the name of PT. Bimantara Citra Tbk was changed to PT. Global Mediacom Tbk. The Companys articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 58 dated May 21, 2008 of notary Imas Fatimah, SH, notary in Jakarta concerning amendment of the Companys articles of Association to comply with Law No. 40 year 2007 regarding Limited Liability Company. The deed is still being processed by the Minister of Law and Human Rights of the Republic Indonesia. In accordance with article 3 of the Companys articles of association, the scope of its activities is to invest in companies engaged in media and broadcasting, telecommunications, infrastructure, transportation and automotive, chemical industry, hotel and property, as well as financial services and investment.

The Company started commercial operations in 1982. The Company is located at Menara Kebon Sirih 27th - 29th Floor, Jl. Kebon Sirih 17 - 19, Jakarta. On March 31, 2009 and 2008, the Company had total employees of 66 and 73, respectively.

b.

Public Offering of the Companys Shares On June 20, 1995, the Company obtained the effective notice from the Chairman of the Capital Market Institution Supervisory Agency (BAPEPAM) in his letter No. S-795/PM/1995 for the Initial Public Offering of 200 million shares with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 1,250 per share. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta and Surabaya Stock Exchanges) on July 17, 1995.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada tanggal 8 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-1648/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham sebanyakbanyaknya 308.798.987 saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 2.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Juni 2004. Pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 100 per saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 27 April 2007.

On June 8, 2004, the Company obtained the effective notice from the Chairman of BAPEPAM in his letter No. S-1648/PM/2004 for the Limited Offering I of a maximum of 308,798,987 shares through Rights Issue with preemptive rights to the stockholders with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 2,500 per share. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on June 23, 2004.

Stock split through reduction of par value per share from Rp 500 per share to Rp 100 per share were listed on the Indonesia Stock Exchange on April 27, 2007.

c.

Susunan Pengurus dan Informasi Lain Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2009 adalah sebagai berikut:Komisaris Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Direktur Utama Direktur Direktur Komite Audit Ketua Komite Audit Anggota Komite Audit Anggota Komite Audit

c.

Management and Other Information March 31, 2009, the Companys management consisted of the following:Commissioners President Commissioner Vice President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Directors President Director Director Director Audit Committee Chairman of Audit Committee Member of Audit Committee Member of Audit Committee

Rosano Barack Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo Mohamad Tachril Sapi'ie Bambang Trihatmodjo John A. Prasetio Mohamed Idwan Ganie Kardinal Alamsyah Karim

Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo Muhamad Budi Rustanto Indra Pudjiastuti Prastomiyono

John A. Prasetio Wahjudi Prakarsa Kardinal Alamsyah Karim

- 10 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2.

PENERAPAN PERNYATAAN STNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) REVISI a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Pada tahun berjalan, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang efektif untuk laporan keuangan dimulai atau setelah 1 Januari 2008:

2.

ADOPTION OF REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (PSAK) a. Standards effective in the current period year In the current year, the Company and subsidiaries adopted the following revised PSAK which are effective for financial statements beginning on or after January 1, 2008: PSAK 13 Property (Revised 2007), Investment

PSAK 13 (Revisi 2007), Properti Investasi

Revisi PSAK 13 tidak berdampak terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan anak perusahaan. Perubahan mendasar pada standar ini yang mengijinkan penggunaan model nilai wajar atau model biaya dalam mengukur properti investasi setelah pengakuan awal. Manajemen menetapkan tidak terdapat properti investasi yang signifikan pada awal penerapan yang dapat diklasifikasikan sebagai properti investasi. PSAK 16 (Revisi 2007), Aset tetap

The revised PSAK 13 has had no impact on the Company and subsidiaries accounting policy. The principal change to the standard, which allows the use of fair value or cost model in measuring investment property subsequent to initial recognition. Management has determined that there are no significant investment property on initial adoption that would have been classified as investment property. PSAK 16 (Revised 2007), Property, Plant and Equipment The revised PSAK 16 permits the use of fair value or cost model in measuring property, plant and equipment subsequent to initial recognition, and requires among other things the component approach in depreciating the asset and a review at least annually of the residual value and useful life of the asset. On initial adoption the management has chosen to continue using the cost model. However, management has determined that it was not practicable to estimate the effect of the component approach and the changes in residual value of the asset either retroactively or prospectively from any earlier date. Accordingly, the adoption of this standard has not resulted in a change in the prior year carrying amount of the property, plant and equipment. PSAK 30 (Revised 2007), Leases The adoption of the revised PSAK 30 resulted in a change in accounting policy for leases. The principal change to the standard, which is the finance or operating lease classification of the arrangement depending on the transfer of substantially all the risks and rewards, had no impact on prior year financial statements. Management has determined that there are no significant operating leases on initial adoption that would have been classified as finance lease under the revised standard. - 11 -

PSAK 16 revisi dapat menggunakan model revaluasi atau model biaya dalam mengukur aset tetap setelah pengakuan awal dan mengharuskan antara lain pendekatan komponen dalam menyusutkan aset serta mereview nilai residu dan umur manfaat setiap aset tetap. Pada penerapan awal, manajemen memilih untuk menggunakan model biaya. Namun manajemen menentukan bahwa tidak praktis mengestimasi dampak pendekatan komponen dan perubahan nilai residu aset baik secara retroaktif maupun prospektif dari tanggal manapun yang lebih awal. Karenanya penerapan standar ini tidak berdampak terhadap nilai tercatat aset tetap sebelumnya.

PSAK 30 (Revisi 2007), Sewa Penerapan PSAK 30 revisi berdampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi sewa. Perubahan mendasar dari standar ini, dimana klasifikasi dari sewa pembiayaan dan sewa operasi tergantung dari pengalihan secara substantial seluruh risiko dan manfaat, tidak berdampak terhadap laporan keuangan periode sebelumnya. Manajemen menetapkan tidak terdapat sewa operasi yang signifikan pada awal penerapan yang diklasifikasi sebagai sewa pembiayaan menurut standar

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

b.

revisi. Standar ini telah diterbitkan tetapi belum diterapkan PSAK 14 (Revisi 2008), Persediaan Pada bulan September 2008, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengeluarkan standar akuntansi revisi untuk persediaan, yang menggantikan PSAK 14, Persediaan. Perubahan mendasar pada standar ini termasuk antara lain entitas harus menggunakan rumus biaya yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama, dan pembelian persediaan dengan persyaratan penyelesaian tangguhan, perbedaan antara harga beli untuk persyaratan kredit normal dan jumlah yang dibayarkan diakui sebagai beban bunga selama periode pembiayaan. Standar ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009. Penerapan lebih dini dianjurkan. PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan Pada bulan Desember 2006, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, menggantikan ketentuan penyajian dan pengungkapan yang diatur dalam PSAK 50 (1998), Akuntansi Investasi Efek Tertentu, dan PSAK 55 (Revisi 1999), Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. Tujuan standar revisi ini adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan kewajiban keuangan. Standar ini berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Prinsip-prinsip dalam standar ini melengkapi prinsip untuk pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan dalam PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Standar ini diterapkan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. - 12 -

b.

Standards in issue not yet adopted

PSAK 14 (Revised 2008), Inventories In September 2008, the Financial Accounting Standards Board (DSAK) issued the revised accounting standard for inventories, which supersedes PSAK 14, Inventories. The principal changes to the standard include, among other things, the requirement to use the same cost formula for all inventories having similar nature and use to the entity, and for purchase of inventories with deferred settlement terms, the difference between the purchase price for normal credit terms and the amount paid is recognized over the period of financing.

This standard is effective for financial statements beginning on or after January 1, 2009. Earlier application is encouraged. PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures In December 2006, DSAK issued PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures, which supersedes the presentation and disclosure requirements of PSAK 50 (1998), Accounting for Investments in Certain Securities, and PSAK 55 (Revised 1999), Accounting for Derivatives and Hedging Activities.

The objective of the revised standard is to establish principles for the presentation and disclosures of financial instruments as liabilities or equity and for offsetting financial assets and financial liabilities. It applies to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of the related interests, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. The principles in this standard complement the principles for recognizing and measuring financial assets and financial liabilities in PSAK 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement.

This standard should be applied prospectively for periods beginning on or after January 1, 2010.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran Pada bulan Desember 2006, DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Standar ini menetapkan prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak pembelian atau penjualan item non keuangan. Standar ini juga menetapkan pedoman untuk penghentian pengakuan; jika aset dan kewajiban keuangan dinilai pada nilai wajar, bagaimana menentukan nilai wajar dan mengevaluasi penurunan nilai; serta akuntansi lindung nilai. Standar ini menggantikan ketentuan pengakuan dan pengukuran yang diatur dalam standar akuntansi tertentu yang telah diterbitkan sebelumnya. Entitas harus menerapkan standar ini secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. Penerapan standar lebih dini diperkenankan. Dalam ketentuan transisi, entitas dapat melakukan penyesuaian perlakuan akuntansi instrumen keuangan yang ada pada akhir periode laporan keuangan sebelum tanggal efektif dengan ketentuan yang ada dalam standar ini dan dampak penyesuaian tersebut diakui dalam laba rugi atau ekuitas periode berjalan. Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasi.

PSAK 55 (Revised 2006), Instruments: Recognition Measurement

Financial and

In December 2006, DSAK issued PSAK 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement.

This standard establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial items. The standard also provides guidance on derecognition, when financial assets and liabilities may be measured at fair value, how to determine fair value and assess impairment, as well as hedge accounting. This standard supersedes the principles of financial instruments recognition and measurement prescribed in certain previously issued accounting standards. Entities shall apply this standard prospectively for financial statements covering the periods beginning on or after January 1, 2010. Early application is permitted. Among the transitional provisions on initial application, entities are allowed to recognize either in profit or loss or in equity the effect of the recognition and measurement prescribed by the standard to financial instruments existing before the effective date of the standard.

Management is evaluating the effect of this standard on the consolidated financial statements.

- 13 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

3.

SUMMARY POLICIES a.

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

a.

Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi

Consolidated Presentation

Financial

Statement

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000.

The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia namely the Statements of Financial Accounting Standards and Bapepams Rule No. VIII.G.7 dated March 13, 2000. Such consolidated financial statements are an English translation of the Company and its subsidiaries statutory report in Indonesia, and are not intended to present the financial position, results of operations and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah, while the measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah, yang pengukurannya disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara. Hak minoritas terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal terjadinya penggabungan usaha (Catatan 3c) dan bagian minoritas dari perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya penggabungan usaha. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan. b.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities. Principles of Consolidation The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities controlled by the Company and its subsidiaries. Control is achieved where the Company has the power to govern the financial and operating policies of the investee entity so as to obtain benefits from its activities. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through subsidiaries, more than 50% of the voting rights. The minority interest consists of the amount of those interest at the date of original business combination (Note 3c) and minority's share of movements in equity since the date of the business combination. Any losses applicable to the minority interest in excess of the minority interest are allocated against the interests of the parent.

- 14 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill. Hasil dari anak perusahaan yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi. c. Penggabungan usaha Akuisisi anak perusahaan dicatat dengan menggunakan metode pembelian. Biaya penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, kewajiban yang terjadi atau yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian dari perolehan ditambah biayabiaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut. Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 sampai 20 tahun. Kepemilikan pemegang saham minoritas dicatat sebagai bagian dari minoritas atas biaya historis dari aset bersih. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali beberapa anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada - 15 c.

On acquisition, the assets and liabilities of the subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill. The results of subsidiaries acquired disposed of during the year are included in consolidated statement of income from effective date of acquisition or up to effective date of disposal, as appropriate. or the the the

Where necessary, adjustments are made to the financial statements of the subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Company.

All intra-group transactions, balances, income and expenses are eliminated on consolidation.

Business Combinations Acquisitions of subsidiaries and businesses are accounted for using the purchase method. The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given, liabilities incurred or assumed, and equity instruments issued in exchange for control acquire, plus any costs directly attributable to the business combination.

On acquisition, the assets and liabilities of a subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill and amortized using the straightline method over 5 to 20 years.

d.

d.

The interest of the minority shareholders is stated at the minoritys proportion of the historical cost of the net assets. Foreign Currency Transactions and Translation The books of accounts of the Company and its subsidiaries, except for certain subsidiaries and associates, are maintained in Indonesian Rupiah. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of exchange prevailing at that date. The

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Pembukuan Perusahaan diluar negeri yang dimiliki oleh anak perusahaan yang kegiatan usahanya merupakan bagian integral kegiatan anak perusahaan dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan prosedur yang sama. Untuk tujuan konsolidasi, aset dan kewajiban anak perusahaan dan perusahaan di luar negeri yang dimiliki oleh anak perusahaan yang laporannya disajikan dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca, sedangkan pendapatan, beban serta arus kas dijabarkan dengan kurs rata-rata. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada akun Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan.

resulting gains or losses are credited or charged to current consolidated statements of income. The books of accounts of foreign companies owned by the subsidiaries which are an integral part of the subsidiaries operations are translated to Indonesian Rupiah using the same procedures.

For consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiary and foreign companies owned by the subsidiaries whose financial statements are presented in foreign currencies are translated into Rupiah using the exchange rates at balance sheet date, while revenues, expenses and cash flows are translated at the average rates of exchange for the year. The differences resulting from translation adjustments are shown as part of equity under the account Translation Adjustments. e. Transactions with Related Parties Related parties consist of the following:

e.

Transaksi Hubungan Istimewa Pihak-pihak yang istimewa adalah: 1) mempunyai hubungan

perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); perusahaan asosiasi; perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan); karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam - 16 -

1)

companies that directly, or indirectly through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the Company (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries);

2) 3)

2) 3)

associated companies; individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the Company that gives them significant influence over the Company, and close members of the family of any such individuals (close members of the family are those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Company);

4)

4)

key management personnel who have the authority and responsibility for planning, directing and controlling the Companys activities, including commissioners, directors and managers of the Company and close members of their families; and

5)

5)

companies in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in (3) or (4) or over which such a person is able

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan yang dimiliki komisaris, direksi atau pemegang saham utama Perusahaan dan perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan. Semua transaksi dengan pihak hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan. f. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. g. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehan dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. h. Investasi Deposito Berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan atas hutang dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi terealisasi dalam satu tahun dari tanggal neraca disajikan sebagai investasi sementara dan dinyatakan sebesar nilai nominal. Investasi dalam Fund dan Reksa Dana Investasi dalam fund dan reksa dana dinyatakan sebesar nilai wajarnya berdasarkan nilai aset bersih. Kenaikan (penurunan) nilai aset bersih disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. h. g. f.

to exercise significant influence. This includes companies owned by commissioners, directors or major stockholders of the Company and companies which have a common key member of management as the Company.

All transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the financial statements.

Use of Estimates The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and the disclosures of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could different from those estimates. Cash and Cash Equivalents Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement.

Investments Time Deposits Time deposits with maturities of three months or less which are pledged as loan collateral and time deposits with maturities of more than three months that are realizable within one year from balance sheet date are presented as temporary investments and are stated at their nominal values. Investments in Funds and Mutual Funds Investments in funds and mutual funds are stated at fair value based on the net asset value of the funds. Increase (decrease) in net asset value is reflected in the consolidated statements of income.

- 17 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Investasi Efek Ekuitas yang Nilai Wajarnya Tersedia Investasi efek diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan. Investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat dari perubahan nilai wajar diakui langsung dalam ekuitas sampai pada saat efek tersebut dijual atau telah terjadi penurunan nilai. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan. Investasi pada Perusahaan Asosiasi Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan dimana Perusahaan mempunyai pengaruh signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee. Penghasilan dan aset dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasi dicatat dengan mengunakan metode ekuitas. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di neraca konsolidasi sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui. Goodwill dari investasi pada perusahaan asosiasi termasuk dalam nilai tercatat dari investasi diukur dan diamortisasi dengan cara yang sama dengan akuisisi dari entitas yang dikendalikan (Catatan 3b dan 3c). Amortisasi goodwill termasuk dalam bagian Perusahaan dan anak perusahaan atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi.

Investment in Equity Securities that have Readily Determinable Fair Values Investment in trading securities are stated at fair values. Unrealized gains or losses from the increase or decrease in fair values are reflected in the current operations. Investments in available-for-sale securities are stated at fair value. Unrealized gains and losses arising from the changes in the fair value are recognized directly in equity, until the security is disposed of or is determined to be impaired, at which time, the cumulative gain or loss previously recognized in equity is included in the current operations. Investments in Associates An associate is an entity over which the Company is in a position to exercise significant influence, but not control or joint control, through participation in the financial and operating policy decisions of the investee.

The results and assets and liabilities of associate are incorporated in the consolidated financial statements using the equity method of accounting. Investments in associates are carried in the consolidated balance sheet at cost as adjusted by post-acquisition changes in the Companys share of the net assets of the associate, less any impairment in the value of the individual investments. Losses of the associate in excess of the Companys interest in associates are not recognized.

Goodwill from investments in associates are included in the carrying amount of the investment and is measured and amortized in the same manner as that for acquisition of controlled entities (Notes 3b and 3c). The amortization of goodwill are included in the Companys share in the net income (loss) of the associate.

- 18 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Investasi Lainnya Investasi dalam saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut. Penurunan nilai tersebut dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Investasi pada Obligasi, Obligasi Konversi dan Obligasi Wajib Tukar Investasi pada obligasi, obligasi konversi dan obligasi wajib tukar dinyatakan sebesar biaya perolehan, disesuaikan dengan premi atau diskonto yang belum diamortisasi. Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan asosiasi diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan. i. Penyisihan Piutang Ragu Penyisihan piutang ragu-ragu dilakukan berdasarkan pada penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun. j. Persediaan Seluruh persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode sebagai berikut: 1) Metode first-in first-out untuk persediaan komponen elektronik dan persediaan lainnya, serta metode rata-rata tertimbang untuk persediaan telekomunikasi. Metode identifikasi khusus untuk persediaan program media dan penyiaran. Biaya perolehan persediaan program film yang dibeli diamortisasi sebanyakbanyaknya 2 kali tayang, masing-masing sebesar 50%-70% pada penayangan pertama dan 30%-50% pada penayangan kedua. Persediaan non-film dan nonsinetron dibebankan seluruhnya pada penayangan pertama. Persediaan - 19 j. i.

Other Investments Investments in shares of stock with ownership interest of less than 20% that do not have readily determinable fair values and are intended for long-term investments are stated at cost. The carrying amount of the investments is written down to recognize a permanent decline in the value of the individual investments. Any such write down is charged directly to current operations.

Investments in Bond, Convertible Bond and Mandatory Exchangeable Bond Investments in bond, convertible bond and mandatory exchangeable bond are stated at cost, adjusted for the unamortized premium or discount. Changes in Equity of Subsidiaries Changes in the value of investments due to changes in the equity of subsidiaries arising from capital transactions of such subsidiaries with other parties are recognized in equity as Difference Due to Change of Equity in Subsidiaries Companies, and recognized as income or expenses in the period the investments are disposed of.

Allowance for Doubtful Accounts Allowance for doubtful accounts is provided based on a review of the status of the individual receivable accounts at the end of the year. Inventories All inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the following method: 1) First-in, first-out method for electronic components and other inventories, and the weighted average method for telecommunication inventories. Specific identification method for media and broadcasting program inventories. Cost of purchased film program is amortized in maximum of two telecasts, at 50%-70% for the first telecast and 30%-50% for the second telecast. Nonfilm inventory programs and non-sinetron inventory programs are charged to expense at the first telecast. Expired program inventories that have not been

2)

2)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

program yang telah habis masa berlakunya tetapi belum ditayangkan serta persediaan program tidak layak tayang dihapuskan dan dicatat sebagai beban pada laporan laba rugi tahun bersangkutan. k. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. l. Aset Tetap Pemilikan Langsung l. k.

aired and unsuitable program inventories are written-off and charged to expense in the current operations.

Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method. Property and Acquisitions Equipment Direct

Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Property and equipment held for use in the production or supply of goods or services, or for administrative purposes, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Depreciation is computed using the straightline method based on the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Years Bangunan Peralatan kantor, instalasi dan komunikasi Kendaraan bermotor Peralatan operasional Transportasi Penyiaran TelekomunikasiAset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset yang dimiliki atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode sewa dan umur manfaatnya, jika tidak ada kepastian memadai bahwa Perusahaan dan anak perusahaan mendapat hak kepemilikan atas aset sewa pada akhir masa sewa. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan, termasuk biaya pinjaman selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan - 20 -

10 2 4 -

30 8 8 18 10 20

10 5 5 -

Buildings Office equipment, installation and communication Motor vehicles Operations equipment Transportation Broadcasting TelecommunicationAssets held under finance leases are depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or depreciated over the lease period or its useful lives whichever is shorter, if there is no reasonable certainty that the Company and subsidiaries can have their ownership on the leased assets at the end of the lease term.

The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Land is stated at cost and is not depreciated.

Construction in progress is stated at cost which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction. Construction in progress is transferred to the respective fixed assets account when completed and ready for use.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

pada saat selesai dan siap digunakan. Beberapa aset tetap merupakan aset tetap dalam rangka kerjasama anak perusahaan (RCTI) dengan PT. Surya Citra Televisi (SCTV) dan PT. Indosiar Visual Mandiri (INDOSIAR). Bagian aset tetap yang dimiliki RCTI disusutkan dengan metode dan masa manfaat yang sama dengan aset tetap sejenis di atas. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. m. Sewa Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Aset yang diperoleh melalui sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Perusahaan dan anak perusahaan yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Kewajiban kepada lessor disajikan di dalam neraca konsolidasi sebagai kewajiban sewa pembiayaan. Certain fixed assets represent joint venture fixed assets owned by (RCTI) a subsidiary, and PT. Surya Citra Televisi (SCTV) and PT. Indosiar Visual Mandiri (INDOSIAR). The portion of fixed assets owned by RCTI is depreciated using the same method and estimated useful lives used for direct acquisitions. The cost of maintenance and repairs is charged to operations as incurred. Other costs incurred subsequently to add to, replace part of, or service an item of property, plant and equipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current operations.

m. Leases Leases are classified as finance leases whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee. All other leases are classified as operating leases.

Assets held under finance leases are initially recognized as assets of the Company and subsidiaries at their fair value at the inception of the lease or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. The corresponding liability to the lessor is included in the consolidation balance sheet as a finance lease obligation.

- 21 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari kewajiban sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo kewajiban. Beban keuangan dibebankan langsung ke laba rugi. Rental kontijen dibebankan pada periode terjadinya Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontijen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya.

Lease payments are apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Contigent rentals are recognized as expenses in the periods in which they are incurred.

Operating lease payments are recognized as an expense on a straight-line basis over the lease term, except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. Contingent rentals arising under operating leases are recognized as an expense in the period in which they are incurred. In the event that lease incentives are received to enter into operating leases, such incentives are recognized as a liability. The aggregate benefit of incentives is recognized as a reduction of rental expense on a straight-line basis, except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. n. Goodwill Positive goodwill represents the excess of the cost of acquisition over the Companys interest in the fair value of the identifiable assets and liabilities of subsidiaries. Goodwill is recognized as an asset and amortized on straight-line method ranging from 5 to 20 years. Management estimate of the useful life of goodwill was based on its evaluation at the time of the acquisition considering factors such as existing market share (segment), potential growth, license and other factors inherent in the acquired companies.

Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai kewajiban. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna.

n.

Goodwill Goodwill positif merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi anak perusahaan. Goodwill diakui sebagai aset dan diamortisasi secara garis lurus berkisar selama 5 sampai 20 tahun. Manajemen menentukan estimasi masa manfaat goodwill berdasarkan evaluasi pada saat akuisisi dengan mempertimbangkan pangsa (segmen) pasar yang ada, tingkat pertumbuhan potensial, perijinan dan faktor lain yang terdapat pada perusahaan yang diakuisisi. Perusahaan menelaah nilai tercatat goodwill pada saat terdapat peristiwa atau keadaan yang menunjukkan penurunan nilai goodwill. Kerugian penurunan nilai diakui sebagai beban tahun berjalan.

The Company reviews the carrying amount of goodwill whenever events or circumstances indicate that its value is impaired. Impairment loss is charged to current operations.

- 22 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

o.

Beban Tangguhan Biaya langsung dalam rangka program perolehan pelanggan dicatat sebagai beban tangguhan dan diamortisasi berdasarkan tingkat penurunan pelanggan dan tidak melebihi 36 bulan. Tingkat penurunan pelanggan ditelaah secara periodik untuk mencerminkan tingkat penurunan aktual periode tersebut, dan tambahan penurunan nilai dibebankan pada periode berjalan. Biaya perolehan hak pengelolaan gedung, pengurusan legal hak atas tanah dan pendidikan pilot, ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa manfaatnya.

o.

Deferred Charges Direct costs incurred in relation to the subscriber acquisition program is deferred and amortized based on the subscribers churn rate, not exceeding thirty six months. Churn rate is reviewed periodically to reflect actual churn rate of subscriber for the period, and additional impairment losses, if any, are charged to current operations. Costs related to the acquisition of property right, legal processing of landrights and training costs for pilots, were deferred and are being amortized using the straight-line method over their beneficial periods.

p.

Penurunan Nilai Aset Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

p.

Impairment of Assets When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price or value in use.

q.

Biaya Emisi Hutang Biaya emisi hutang yang timbul sehubungan dengan penerbitan obligasi/hutang dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi/hutang tersebut. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal diamortisasi dan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi/hutang.

q.

Debt Issuance Costs Debt issuance costs are deducted directly from the proceeds of the related bonds/debt to determine the net proceeds. The difference between the net proceeds and nominal value is amortized and charged to consolidated statements of income using the straight-line method over the term of the bonds/debt.

r.

Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui sebagai berikut: 1) Pendapatan dari jasa diakui pada saat jasa diserahkan atau secara signifikan diberikan dan manfaat jasa tersebut telah dinikmati oleh pelanggan. Pendapatan iklan diakui pada saat iklan ditayangkan. Pendapatan iklan dengan transaksi barter diakui sebesar nilai wajar atau nilai pasar barang yang diterima dan diakui pada saat iklan ditayangkan. Penjualan program diakui pada saat program diserahkan dan hak telah beralih kepada pelanggan. Pendapatan manajemen artis, penggunaan studio dan jasa layanan pesan singkat diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan. Uang muka diterima atas iklan dan penggunaan studio dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka. Pendapatan dari penjualan koran diakui pada saat - 23 -

r.

Revenues and Expenses Recognition Revenues are recognized as follows: 1) Revenue from service is recognized when the service is rendered or significantly provided and the benefits have been received by the customer. Revenue from advertisement is recognized when the advertisement is aired. Revenue from advertisement with barter transaction is recognized at fair value or market value of the goods received when the advertisement is aired. Sale of program is recognized when the program is delivered and title has passed to the customer. Revenue from artists management, studio and short-messaging services is recognized when the services have been rendered. Advance received from advertisement and studio rental is recorded as unearned revenue. Revenue from sale of daily newspapers is

2)

2)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

koran dikirim. Beban program diakui pada saat film atau program ditayangkan. Program belum ditayangkan dicatat sebagai persediaan. 3) Pendapatan jasa penyewaan ruang, jasa penyewaan peralatan smartcom dan perangkat oracle, serta jasa pemeliharaan diakui atas dasar waktu yang telah berjalan. Pembayaran diterima tetapi belum jatuh tempo dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka. Pendapatan dari jasa telekomunikasi dan teknologi informasi diakui sebagai berikut: 3)

recognized when daily newspapers are delivered. Program expense is recognized when the movie or program is aired. Program not yet aired is recorded as inventory. Revenue from office rental, lease of smartcom and oracle equipment, and maintenance services is recognized over the lease terms. Payment received in advance is recorded as unearned revenues.

4)

4)

Revenues from telecommunication services and information technology are recognized as follows: Revenue from prepaid services consists of sale of starter packs and pulse reload vouchers. Starter packs consists of Removable User Identification Module (RUIM) card and preloaded pulse. Sale of RUIM cards is recognized as revenue upon delivery of the starter packs to distributors, agents or customers and the preloaded pulse is initially recorded as unearned revenue and then proportionately recognized as revenue when the related service is rendered based on usage of pulse by customer. Sale of pulse reload vouchers to distributors, agents and customers is initially recorded as unearned revenue and then recognized as revenue when the related service is rendered based on usage of pulse by customer or whenever the unused stored value of the vouchers has expired. Revenue from postpaid services is recognized when the services are rendered to customers based on prevailing tariffs and duration of successful phone calls and other usage made through the subsidiaries cellular network. Revenue from network interconnection and interconnection charges which are based on agreements with other domestic and international telecommunications carriers, are recognized as incurred. Revenues from other services are recognized when the services are rendered. Revenue from telecommunication projects is recognized based on

Pendapatan jasa prabayar terdiri dari penjualan paket perdana dan penjualan voucher pulsa isi ulang. Paket perdana terdiri dari kartu Removable User Identification Module (RUIM) dan pulsa. Penjualan kartu RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat paket perdana diserahkan kepada distributor, agen atau pelanggan dan pulsa paket perdana dicatat sebagai pendapatan belum diakui dan diakui sebagai pendapatan berdasarkan pulsa yang digunakan oleh pelanggan. Penjualan voucher pulsa isi ulang kepada distributor, agen atau pelanggan dicatat sebagai pendapatan belum diakui dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan berdasarkan pulsa yang digunakan oleh pelanggan atau pada saat voucher tersebut kadaluarsa.

Pendapatan dari jasa pasca bayar diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan berdasarkan tarif yang berlaku dan durasi hubungan telepon melalui jaringan selular Perusahaan. Pendapatan dan beban interkoneksi yang didasarkan pada perjanjian interkoneksi dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan luar negeri, diakui pada saat terjadinya. Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat jasa tersebut diberikan kepada pelanggan. Pendapatan proyek telekomunikasi diakui dengan menggunakan metode - 24 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

persentase kontrak selesai. 5) Pendapatan jasa penyewaan dan perbaikan pesawat diakui pada periode penggunaan aset terkait sejalan dengan berlalunya waktu. Pendapatan jasa perbaikan dan pemeliharaan pesawat diakui pada saat jasa diserahkan atau secara signifikan diberikan dan manfaat jasa tersebut telah dinikmati oleh pelanggan. Pendapatan bunga diakui atas dasar waktu, pokok dan tingkat bunga berlaku. 5)

percentage of completion method. Revenue from aircraft chartered and services is recognized based on the terms of the use of the related assets. Revenue from aircraft repairs and maintenance services is recognized when the services are rendered or significantly provided and the benefits have been received by the customers.

6)

6)

Interest income is recognized on a time proportion basis that takes into account the effective yield on the assets.

Beban diakui pada saat terjadinya atau sesuai dengan masa manfaatnya (metode akrual).

Expenses are recognized when incurred or according to the beneficial period (accrual method). s. Post-employment Benefits The Company and certain subsidiaries have a defined benefit pension plan covering all their permanent employees. The pension plan is managed by Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA). The Company and certain subsidiaries also provide unfunded defined post-employment benefit plans covering their local permanent employees and certain subsidiaries recognize the shortage of benefits provided by the pension plan against the benefits based on labor law, in accordance with their policies.

s.

Imbalan Pasca Kerja Perusahaan dan beberapa anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya. Dana pensiun tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA). Perusahaan dan beberapa anak perusahaan juga menyediakan imbalan pasca-kerja imbalan pasti untuk semua karyawan tetap lokal, dan anak perusahaan mengakui kekurangan antara imbalan pasca kerja berdasarkan program pensiun dengan manfaat berdasarkan undang-undang ketenaga-kerjaan sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan anak perusahaan. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan 10% nilai wajar aset program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Setiap aset yang timbul dari perhitungan ini terbatas pada kerugian aktuarial yang tidak diakui dan biaya jasa lalu ditambah dengan nilai kini pengembalian yang ada dan pengurangan di masa depan atas iuran program. Jumlah kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai - 25 -

The cost of providing post-employment benefits is determined using the Projected Unit Credit Method. The accumulated unrecognized actuarial gains or losses that exceed 10% of the greater of the present value of the defined benefit obligations and the fair value of plan assets are recognized on straight-line basis over the expected average remaining working lives of the participating employees. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested, and otherwise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested. Any asset resulting from this calculation is limited to the unrecognized actuarial losses and past service cost plus the present value of available refunds and reductions in future contributions to the plan. The post-employment benefit obligation recognized in the consolidated balance sheet represents the present value of the defined obligation, as adjusted for unrecognized actuarial gains or losses and unrecognized

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

wajar aset program.

past service cost, and as reduced by the fair value of plan assets. t. Employee Stock Option Plan Employee stock option plan is granted to key employees of the Company and its subsidiaries. The fair value of option granted is determined based on the market price at the grant date using an option pricing model. Compensation cost is measured based on the number of option granted and charged to operations during the vesting period.

t.

Program Opsi Saham Karyawan Program opsi saham karyawan diberikan untuk karyawan kunci Perusahaan dan anak perusahaan. Nilai wajar opsi ditentukan berdasarkan nilai pasar pada tanggal pemberian opsi dengan menggunakan model penentuan harga opsi. Beban kompensasi ditentukan berdasarkan jumlah opsi diberikan dan dibebankan dalam laporan laba rugi selama periode vesting.

u.

Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer dan rugi fiskal yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca konsolidasi, kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai penyajian aset dan kewajiban pajak kini.

u.

Income Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable income will be available in the future periods against which the deductible temporary differences can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted by the balance sheet date. Deferred tax is charged or credited in the consolidated statements of income, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated balance sheet, except if these are for different legal entities, in the same manner the current tax assets and liabilities are presented.

v.

Laba Per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham setelah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham bersifat dilutif. - 26 -

v.

Earnings Per Share Basic earnings per share is computed by dividing the net income by the weighted average number of shares outstanding during the year. Diluted earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding as adjusted for the effect of all dilutive potential ordinary shares.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

w. Instrumen Keuangan Derivatif Perusahaan dan anak perusahaan menggunakan instrumen keuangan untuk mengelola risiko eksposur atas suku bunga dan tingkat perubahan nilai tukar mata