plagiat merupakan tindakan tidak terpuji - core.ac.uk · students who reached the kkm was 40%....

68
PENING SIS PROGRA PR GKATAN P EKSPERI SWA KELA MAG un Pro AM SARJAN ROGRAM S FAKULT PRESTASI IMEN PAD AS V SD NE GELANG T Diajukan ntuk Mempe gram Studi NA (S1) KE STUDI PE JURUSA TAS KEGU UNIVERS Y BELAJAR DA MATER EGERI DA TAHUN PE SKRIP n sebagai Sa eroleh Gelar Pendidikan Disusun O Siti Mutia 1011320 EPENDIDIK NDIDIKA AN ILMU P URUAN DA SITAS SAN YOGYAKA 2013 R IPA MEN RI PERUB ANUREJO ELAJARAN PSI alah Satu Sy r Sarjana Pe n Guru Seko Oleh: ah 034 KAN BAGI G N GURU S PENDIDIK AN ILMU NATA DHA ARTA 3 NGGUNAK BAHAN BE 1 MERTO N 2013/201 yarat endidikan olah Dasar GURU DAL SEKOLAH KAN PENDIDIK ARMA KAN METO ENDA OYUDAN, 4 LAM JABAT H DASAR KAN ODE TAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Upload: lydan

Post on 19-Apr-2019

213 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

PENING

SIS

PROGRAPR

GKATAN PEKSPERI

SWA KELAMAG

unPro

AM SARJANROGRAM S

FAKULT

PRESTASI IMEN PADAS V SD NE

GELANG T

Diajukanntuk Mempegram Studi

NA (S1) KESTUDI PE

JURUSATAS KEGUUNIVERS

Y

BELAJARDA MATEREGERI DA

TAHUN PE

SKRIPn sebagai Saeroleh Gelar

Pendidikan

Disusun OSiti Mutia

1011320

EPENDIDIKNDIDIKA

AN ILMU PURUAN DASITAS SANYOGYAKA

2013

R IPA MENRI PERUB

ANUREJOELAJARAN

PSI alah Satu Syr Sarjana Pen Guru Seko

Oleh: ah 034

KAN BAGI GN GURU SPENDIDIKAN ILMU

NATA DHAARTA

3

NGGUNAKBAHAN BE

1 MERTON 2013/201

yarat endidikan olah Dasar

GURU DALSEKOLAHKAN PENDIDIK

ARMA

KAN METOENDA OYUDAN, 4

LAM JABATH DASAR

KAN

ODE

TAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

i

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

SISWA KELAS V SD NEGERI DANUREJO 1 MERTOYUDAN, MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat

untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Disusun Oleh: Siti Mutiah

101132034

PROGRAM SARJANA (S1) KEPENDIDIKAN BAGI GURU DALAM JABATAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii

SKRIPSI

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

SISWA KELAS V SD NEGERI DANUREJO 1 MERTOYUDAN, MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Disusun oleh:

SITI MUTIAH

NIM: 101132034

Telah disetujui oleh:

Pembimbing ,

(Drs. Puji Purnomo, M.Si.) Tanggal, 27 Januari 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii

SKRIPSI

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

SISWA KELAS V SD NEGERI DANUREJO 1 MERTOYUDAN, MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Disusun oleh:

SITI MUTIAH

NIM: 101132034

Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal, 2014

Dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Susunan Panitia Penguji

Nama lengkap Tanda Tangan

Ketua : Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., M.A. ............................

Sekretaris : Catur Rismiati,S.Pd.,M.A.,Ed.D. ............................

Anggota 1 : Drs. Puji Purnomo, M.Si. ............................

Anggota 2 : Drs. Y.B. Adimassana, M.A ............................

Anggota 3 : Drs. Paulus Wahana, M.Hum ............................

Yogyakarta, 24 Februari 2014

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan,

Rohandi, Ph. D.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iv

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Kesalahan dan kekeliruan itu manusiawi tapi orang yang

mempertahankan kesalahan sama dengan setan ( Kaisar

Agustus).

Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan karena

kegagalan adalah cara Allah SWT mengajari kita tentang

arti kesungguhan.

Skripsi ini saya persembahkan pada orang tuaku, suamiku, anakku, keluargaku, dan teman-temanku tercinta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis tidak memuat

karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan pada

daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 27 Januari 2014

Penulis

SITI MUTIAH

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : SITI MUTIAH

NIM : 101132034

Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang

berjudul PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN

METODE EKSPERIMEN PADA MATERI PERUBAHAN BENDA SISWA

KELAS V SD NEGERI DANUREJO 1 MERTOYUDAN, MAGELANG

TAHUN PELAJARAN 2013/2014 kepada Perpustakaan Universitas Sanata

Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya

memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,

mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media

lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun

memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai

penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Yogyakarta, 27 Januari 2014

Yang menyatakan

SITI MUTIAH

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vii

ABSTRAK

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

SISWA KELAS V SD NEGERI DANUREJO 1 MERTOYUDAN, MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh:

SITI MUTIAH NIM: 101132034

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPA

siswa kelas V SD Negeri Danurejo 1 tentang materi perubahan benda dengan menggunakan metode eksperimen tahun pelajaran 2013/2014 yang ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai ulangan dan persentase siswa yang mencapai KKM.

Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Danurejo 1 tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 23 siswa. Objek penelitian adalah peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA tentang materi perubahan benda. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan tes tertulis. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Penggunaan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Danurejo 1 tentang materi perubahan benda dengan menggunakan metode eksperimen tahun pelajaran 2013/2014 ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut a) Persiapan alat dan bahan, b) Pemberian petunjuk dan informasi mengenai tugas yang harus dilaksanakan selama eksperimen, c) Pelaksanaan eksperimen dengan menggunakan lembaran kerja/ pedoman eksperimen yang disusun secara sistematis dan d) Penguatan perolehan temuan-temuan eksperimen yang dilakukan dengan diskusi, tanya jawab, dan/atau tugas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Danurejo 1. Hal ini dapat dilihat pada hasil prestasi belajar siswa yang telah diperoleh selama kegiatan penelitian. Pada kondisi awal, berdasarkan data siswa pada tahun ajaran 2012/2013 rata-rata nilai siswa adalah 60 dan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 40%. Setelah dikenai tindakan menggunakan metode eksperimen pada siklus I, rata-rata nilai dan persentase siswa yang memenuhi KKM mengalami peningkatan. Rata-rata nilai siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 meningkat menjadi 89 dan persentase siswa yang memenuhi KKM menjadi 100%. Sedangkan siklus 2 rata-rata nilai siswa mencapai 92 dengan persentase siswa yang memenuhi KKM sebesar 100%. Kata Kunci : prestasi belajar dan metode eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

viii

ABSTRACT

THE INCREASE OF SCIENCE LEARNING ACHIEVEMENT USING EXPERIMENT METHOD ON THE MATERIAL CHANGE OF OBJECT

FOR THE FIVE GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL DANUREJO 1 MERTOYUDAN, MAGELANG

ACADEMIC YEAR OF 2013/2014

By:

SITI MUTIAH NIM: 101132034

This research aims to find out the enhancement students’s science learning achievement using experiment method on the material change of object in the fifth grade students of SDN Danurejo 1 in academic year 2013/2014 which is marked with the escalation of the examination score average, and the student percentage that reach the KKM.

This research is a Classroom Action Research (CAR). The subject of this

research is the five grade students of SDN 1 Danurejo 1 in academic year 2013/2014. This class consists of 23 students. The object of this research is learning achievement in force can change the motion of an object. Technique of data collection are written test. Method of data analysis is descriptive quantitative. This research consists of two cycles. Each cycle consists of plan, action, observation, and reflection.

Using experiment method in order to find out he enhancement students

science learning achievement on the material change of object in the fifth grade students of SDN Danurejo 1 in academic year 2013/2014 could be implemented by the following steps a) Preparation of tools and materials, b) Giving instructions about the must-do tasks during experiment, c) Implementation by using arranged work sheets / experiment guidance sistematically and d) Strengthening the results of experiments by discussion, interview and/or tasks.

The result showed that using experiment method in order to find out he

enhancement students science learning achievement on the material change of object in the fifth grade students of SDN Danurejo 1. It could be seen through students’s learning achievement during research. In the initial condition based on student’s examination score in academic year of 2012/2013 was 60 and the percentage of students who reached the KKM was 40%. After using experiment method in the first cycle, the average of examination score and percentage of student’s who reached the KKM could increase. Student’s of fifth grade in the academic year of 2013/2014’s score average increase to 89 and the percentage of student’s who reached KKM is 100%. While in the second cycle, the average of examination score reached 92 and the percentage of students who reached the KKM is 100%.

Keywords: achievements and eksperiment method

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ix

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkat, rahmat, dan

karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas ini.

Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai jika

tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma.

2. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

3. Bapak Drs. Y.B Adimassana, M.A., selaku koordinator Program Sarjana (S1)

Kependidikan Guru dalam Jabatan Universitas Sanata Dharma.

4. Bapak Drs. Puji Purnomo M.Si., selaku dosen pembimbing I, yang telah

memberikan arahan, dorongan, semangat, serta sumbangan pemikiran yang

penulis butuhkan untuk menyelesaikan skripsi ini.

5. Ibu Isnadiyah, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Danurejo 1, yang

memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di kelas.

6. Siswa kelas V SD Negeri Danurejo 1 yang telah bersedia menjadi subjek dalam

penelitian ini.

7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah

memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

x

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu penulis dengan rendah hati bersedia menerima

sumbangan baik pemikiran, kritik maupun saran yang membangun demi

kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini berguna bagi pembaca dan peneliti lain.

Yogyakarta, 27 Januari 2014 Penulis

SITI MUTIAH

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................................... vi

ABSTRAK .................................................................................................. vii

ABSTRACT .................................................................................................. viii

KATA PENGANTAR ................................................................................. ix

DAFTAR ISI ............................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ........................................................................................ xiii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ........................................................ 1

B. Pembatasan Masalah ............................................................. 2

C. Rumusan Masalah ................................................................. 3

D. Pemecahan Masalah .............................................................. 3

E. Batasan Pengertian ................................................................ 3

F. Tujuan Penelitian . ................................................................. 4

G. Manfaat Penelitian ................................................................ 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xii

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Penelitian yang Relevan ........................................... 6

B. Prestasi Belajar ................................................................. 7

C. Metode Eksperimen .......................................................... 9

D. IPA ................................................................................... 13

E. Kerangka Pikir .................................................................. 15

F. Hipotesis Tindakan. .......................................................... 16

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ...................................................................... 17

B. Setting Penelitian .................................................................. 18

C. Rencana Tindakan ................................................................. 19

D. Instrumen Penelitian .............................................................. 23

E. Validitas Instrumen Penelitian ............................................... 24

F. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 28

G. Analisis Data ......................................................................... 29

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ..................................................................... 31

1. Proses ................................................................................ 31

2. Hasil .................................................................................. 45

B. Pembahasan ........................................................................... 47

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ........................................................................... 49

B. Saran ..................................................................................... 50

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jadwal Penelitian ............................................................................. 19

Tabel 2. Peubah dan Instrumen Penelitian ..................................................... 23

Tabel 3. Rincian Pemberian Skor Soal Evaluasi ........................................... 23

Tabel 4. Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran ..................... 24

Tabel 5. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran ....................................... 25

Tabel 6. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ......................................................... 26

Tabel 7. Penghitungan Validitas Soal Siklus I .............................................. 26

Tabel 8. Penghitungan Validitas Soal Siklus II ............................................. 27

Tabel 9. Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Siswa ................................... 30

Tabel 10. Hasil Prestasi Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II ......................... 45

Tabel 11. Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ...................................... 46

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas ............................................ 17

Gambar 2. Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas ........................................... 46

Gambar 3. Peningkatan Capaian KKM ..................................................... 47

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus .................................................................................. 53

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ........................... 55

Lampiran 3. Ringkasan Materi ................................................................. 67

Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa (LKS) ................................................... 69

Lampiran 5. Soal Evaluasi Siklus ............................................................. 82

Lampiran 6. Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran ......................... 86

Lampiran 7. Data Prestasi Belajar Siswa ................................................... 98

Lampiran 8. Hasil Kerja Siswa ................................................................ 100

Lampiran 9. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di SD ........... 104

Lampiran 10. Foto-foto ........................................................................... 106

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

IPA merupakan mata pelajaran yang mempelajari alam semesta secara

sistematis. IPA mengajarkan siswa mengetahui kejadian-kejadian di alam.

Pembelajaran IPA sangat penting sehingga dalam pembelajaran IPA

dikondisikan siswa selalu aktif untuk ingin tahu terhadap permasalahan alam

sekitar.

Salah satu materi IPA SD adalah perubahan benda. Di lingkungan

sekitar kita banyak sekali benda-benda yang berubah bentuk. Perubahan-

perubahan pada benda tersebut dapat kita amati untuk mengetahui sifat benda

sebelum dan sesudah perubahan.

Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) menuntut guru untuk

menyajikan pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif dan melakukan

kerja ilmiah. Guru harus lebih kreatif memilih metode yang sesuai dengan

materi dan karakter siswa. Metode eksperimen merupakan metode

pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk aktif dalam melakukan

percobaan untuk mengetahui informasi yang akan diketahuinya.

Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa siswa kelas V

pada materi perubahan benda mengalami masalah. Hal ini terbukti dari hasil

evaluasi banyak siswa yang berda di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum

(KKM) dan rendahnya rata-rata kelas. KKM mata pelajaran IPA tahun

pelajaran 2012/2013 yaitu 65, sedangkan tahun 2013/2014 yaitu 66. Nilai rata-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2

rata kelas pada materi tersebut adalah 60, dengan persentase jumlah siswa

yang mencapai KKM 40% yaitu 10 anak dari 25 siswa.

Peneliti menduga metode pembelajaran yang selama ini digunakan

kurang memberi kesempatan kepada siswa. Siswa belum melakukan

percobaan terhadap materi perubahan benda. Pembealajaran selama ini

cenderung menggunakan metode ceramah tanpa pembuktian secara langsung

sehingga siswa tidak mengalami proses eksperimen dan menemukan sendiri

fakta dari materi tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba meningkatkan

prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode eksperimen. Metode

eksperimen memberi kesempatan pada anak untuk menyelidiki sesuatu guna

menemukan informasi dari materi yang ingin diketahuinya. Siswa akan lebih

aktif dan informasi yang didapat akan lebih dimengerti. Dengan demikian,

peneliti berharap metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar

siswa.

B. Pembatasan Masalah

Penelitian ini hanya akan membahas mengenai prestasi belajar siswa

pada kompetensi dasar 4.2 yaitu menyimpulkan hasil penyelidikan tentang

perubahan sifat benda baik sementara maupun tetap.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, masalah penelitian dapat

dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana penggunaan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan

prestasi belajar IPA pada materi perubahan benda kelas V SD Negeri

Danurejo 1 Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014?

2. Apakah penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi

belajar IPA pada materi perubahan benda kelas V SD Negeri Danurejo 1

Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014?

D. Pemecahan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah dan rumusan masalah,

masalah prestasi belajar siswa mengenai perubahan benda akan diatasi dengan

pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen.

E. Batasan Pengertian

Berikut ini merupakan batasan pengertian yang peneliti ambil.

1. Prestasi belajar adalah hasil belajar siswa setelah siswa melakukan

kegiatan belajar yang diukur menggunakan tes.

2. Metode eksperimen adalah metode pembelajaran yang memberi

kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan, menyelidiki dan

menemukan informasi-informasi yang ingin diketahuinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4

F. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai

dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode eksperimen dalam

upaya meningkatkan prestasi belajar IPA pada materi perubahan benda

siswa kelas V SD Negeri Danurejo 1 Mertoyudan, Magelang tahun

pelajaran 2013/2014.

2. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode eksperimen dapat

meningkatkan prestasi belajar IPA pada materi perubahan benda kelas V

SD Negeri Danurejo 1 Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014.

G. Manfaat Penulisan

Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang penggunaan metode

eksperimen dalam proses belajar mengajar IPA, antara lain:

1. Peneliti

Memperoleh pengalaman dalam melakukan PTK khususnya

menggunakan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan prestasi

belajar IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri

Danurejo 1 Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014.

2. Siswa

Memberikan pengalaman mempelajari perubahan benda dengan

menggunakan metode eksperimen pada siswa kelas V SD Negeri Danurejo

1 Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5

3. Sekolah

Menambah bahan bacaaan terkait dengan PTK khususnya

menggunakan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan prestasi

belajar IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri

Danurejo 1 Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014.

4. Prodi

Menambah bahan bacaaan terkait dengan PTK khususnya

menggunakan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan prestasi

belajar IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri

Danurejo 1 Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Penelitian yang Relevan

Pada bagian ini, peneliti akan memaparkan beberapa hasil penelitian

yang relevan.

1. Penelitian yang dilakukan oleh saudara Martini Dwi Purnama tahun 2009

dengan judul “Penerapan pakem dengan metode eksperimen untuk

meningkatkan hasil belajar IPA materi benda dan sifatnya di kelas V SDN

Kebonsari 4 Kota Malang”. Hasil penelitian menunjukkan adanya

peningkatan minat siswa dari aspek proses selama berlangsung kegiatan

pembelajaran melalui lembar aktifitas siswa selama mengikuti proses

pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 23.8 dari 56,8 menjadi 80,6

dengan skor maksimal 100%. Kemudian adanya peningkatan hasil belajar

siswa dari aspek pemahaman sebelum penerapan tindakan dan sesudah

penerapan tindakan sebesar 29% dari 67.8 menjadi 78.

2. Penelitian yang dilakukan oleh saudara Joko Purnomo tahun 2012

program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan judul “Peningkatan

Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Metode Eksperimen Pada Materi

Sifat-Sifat Cahaya Siswa Kelas V SD Negeri 1 Bakung, Klaten Semester

Genap Tahun Pelajaran 2011/2012”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

dengan penggunaan metode eksperimen minat siswa meningkat, dari

kondisi awal menunjukkan rata-rata minat siswa adalah 8,03 mengalami

peningkatan siklus I menjadi 11,20 dan siklus II menjadi 14,08 dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7

skor maksimal 100%. Sedangkan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat

dari data kondisi awal siswa pada tahun pelajaran 2010/2011 dengan nilai

rata-rata siswa 61,21 dan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar

36,36%. Setelah dikenai tindakan pada siklus I, nilai rata-rata siswa kelas

V tahun pelajaran 2011/2012 meningkat menjadi 73,95 dari yang semula

61,21. Peningkatan nilai rata-rata siswa dari kondisi awal ke siklus I

meningkat sebesar 12,74%. Sedangkan persentase siswa yang mencapai

KKM pada siklus I sebesar 72,73% dari kondisi awal yang semula

36,36%. Kemudian dilanjutkan tindakan pada siklus II dengan

menggunakan metode eksperimen sehingga dapat meningkatkan nilai rata-

rata kelas menjadi 80,02. Peningkatan nilai rata-rata siswa dari siklus I ke

siklus II meningkat sebesar 6,07%. Sedangkan persentase siswa yang

mencapai KKM pada siklus II sebesar 84,85%. Peningkatan persentase

siswa yang mencapai KKM dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar

12,12%.

Dari penelitian-penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa

penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Atas dasar itu peneliti akan menggunakan metode eksperimen di SD.

B. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang

mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas

belajar Purnomo (2008: 369). Sudjana menambahkan bahwa prestasi belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8

adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan

belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah Sudjana (1996: 203).

Suratinah Tirtonegoro (1984:43) menyatakan prestasi belajar adalah

pencapaian hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf,

maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh

setiap anak dalam periode tertentu.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi

belajar merupakan hasil belajar siswa yang diperoleh dengan cara tes maupun

non tes. Hasil tersebut merupakan cerminan anak sesudah mengalami proses

belajar. Aspek belajar ada 3 macam yaitu aspek kognitif, afektif, dan

psikomotorik.

Banyak hal yang mempengaruhi prestasi belajar. Syah Muhibbin

(1995: 132) menyebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi belajar

siswa. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi 3 macam yaitu

sebagai berikut:

1. Faktor internal (faktor dari siswa)

a. Aspek fisiologis yaitu berkenaan dengan kondisi umum jasmani,

tonus/tegangan otot, organ-organ seperti tingkat kesehatan indera

pendengaran dan indera penglihatan.

b. Aspek psikologis yaitu intelegensi, sikap, bakat, minat, dan motivasi .

2. Faktor eksternal siswa dapat dibagi menjadi dua macam yaitu

a. Faktor lingkungan social meliputi guru, para staf administrasi, dan

teman-teman sekelas dan faktor lingkungan siswa meliputi masyarakat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9

dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan

siswa tersebut.

b. Faktor lingkungan nonsosial meliputi gedung sekolah dan letaknya,

rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan

cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.

c. Faktor pendekatan belajar yaitu suatu upaya belajar siswa dengan

menggunakan berbagai strategi dan metode belajar. Penggunaan

metode yang tepat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

C. Metode Eksperimen

1. Pengertian Metode Eksperimen

Jusuf Djajadisastra (1981:10) mengemukakan bahwa metode

eksperimen adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan

kepada murid untuk menemukan sendiri sesuatu fakta yang diperlukannya

atau ingin diketahuinya. Metode eksperimen adalah cara penyajian

pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan

membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari (Djamarah, 2006: 84).

Dari pengertian metode eksperimen di atas, peneliti menyimpulkan

bahwa metode eksperimen adalah suatu metode mengajar yang mengajak

siswa untuk melakukan percobaan guna mengetahui informasi yang ingin

diketahuinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

2. Pelaksanaan Metode Eksperimen

Pelaksanaan metode eksperimen dikemukakan oleh Djajadisastra

(1982: 11-12) sebagai berikut:

a. Kegiatan guru

1) Menetapkan tujuan eksperimen.

2) Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan.

3) Memberikan penjelasan tentang apa yang harus dilakukan dan apa

yang tidak boleh dilakukan

4) Mengecek apakah semua siswa sudah memperhatikan semua alat

dan petunjuk.

5) Meminta murid untuk meyiapkan catatan untuk mencatat seluruh

proses eksperimen.

6) Menyuruh para siswa untuk memulai eksperimen.

7) Selama eksperimen berlangsung, guru berkeliling dan mengamati

siswa

8) Melakukan diskusi mengenai apa yang ditemukan siswa.

9) Meminta siswa menyimpulkan dan membuat laporan mengenai

eksperimen yang telah dilakukan dan menyerahkan kepada guru

untuk diperiksa.

b. Kegiatan siswa

1) Siswa mendengarkan semua petunjuk guru dengan baik dan

cermat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

2) Mempersiapkan catatan atau alat tulis yang diperlukan untuk

mencatat hal penting atau laporan.

3) Menerima dan mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan

dalam eksperimen.

4) Menjaga alat-alat dan memperlakukan dengan hati-hati agar tidak

rusak, jatuh atau menimbulkan bahaya, baik bagi dirinya maupun

orang lain.

5) Pada saat eksperimen dilakukan, memperhatikan dengan teliti dan

cermat segala proses yang sedang berlangsung. Mencatat seluruh

proses dan bila ada hal yang tidak dimengerti, segera bertanya

kepada guru.

6) Setelah mencuci tangan setelah selesai melakukan eksperimen,

lebih-lebih bila telah menggunakan zat-zat yang mungkin

mengandung racun atau membahayakan kesehatan bila termakan.

7) Menyelesaikan laporan.

8) Mengikuti diskusi.

3. Langkah-langkah Metode Eksperimen

Anitah (2007:5-29) mengemukakan agar pembelajaran dapat

berjalan dengan baik maka penggunaan metode eksperimen dapat

dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Mempersiapkan alat dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam

eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

b. Memberikan petunjuk dan informasi mengenai tugas yang harus

dilaksanakan selama eksperimen

c. Pelaksanaan eksperimen dengan menggunakan lembaran

kerja/pedoman eksperimen yang disusun secara sistematis sehingga

siswa dalam pelaksanaannya tidak banyak mendapat kesulitan dan

membuat laporan

d. Penguatan perolehan temuan-temuan eksperimen yang dilakukan

dengan diskusi, tanya jawab, dan/atau tugas

4. Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen

Jusuf Djajadisastra (1981:16-17) menyatakan kebaikan atau

keuntungan metode eksperimen adalah sebagai berikut:

a. Meniadakan kemungkinan timbulnya verbalisme

b. Mengalami atau mengamati sendiri suatu proses atau kejadian

c. Karena mengamati sendiri suatu proses atau kejadian, maka menjadi

benar-benar yakin akan hasil atau sesuatu proses

d. Menjadi lebih bersikap hati-hati, teliti, mampu berpikir analitis, dan

tidak begitu saja percaya pada “kata orang”

e. Sesuai dengan perkembangan siswa yang selalu tertarik pada realitas

atau obyek-obyek yang nyata dari alam sekitarnya

f. Sesuai dengan jiwa anak yang selalu mengadakan eksplorasi

(penjelajahan) untuk menemukan hal-hal yang baru baginya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

g. Sesuai dengan prinsip didaktik modern, yaitu mengembangkan sikap

inovatif (mencari sesuatu yang baru, hasrat menemukan sesuatu yang

baru)

h. Memupuk dan mengembangkan sikap berpikir ilmiah, yaitu suatu

sikap hidup untuk memahami sesuatu melalui data yang dapat

dikumpulkan, melakukan percobaan, dan menarik kesimpulan

i. Membangkitkan hasrat ingin tahu pada anak

j. Memperkaya pengalaman dan meningkatkan ketrampilan

D. IPA

1. Hakekat IPA

Srini (2001:1) mengemukakan bahwa Ilmu Penegtahuan Alam

adalah penyelidikan yang terorganisir untuk mencari pola atau keteraturan

dalam alam. Ilmu pengetahuan Alam menawarkan cara-cara untuk dapat

memahami dan mempelajari kejadian-kejadian yang ada di alam dan

supaya dapat hidup di dalam alam. Susanto, Ahmad menambahkan IPA

merupakan usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui

pengamatan yang tepat pada sasaran, serta menggunakan prosedur, dan

dijelaskan dengan penalaran sehingga mendapatkan suatu kesimpulan

(2013: 167). Dari pengertian di atas IPA merupakan ilmu yang

mempelajari kejadian-kejadian di alam.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

2. Kompetensi Dasar

Materi perubahan benda merupakan salah satu bagian dalam

pembelajaran IPA. Siswa diharapkan mampu mengetahui benda sebelum

dan sesudah mengalami perubahan. Ada beberapa faktor yang dapat

menyebabkan perubahan pada benda yaitu pemanasan, pendinginan,

pembakaran, pencampuran dengan air, pembusukan, dan perkaratan

(Haryanto, 2004: 98).

a. Pemanasan

Air dalam panci akan menjadi cairan yang bergejolak jika

dipanaskan, hal tersebut disebut mendidih. Es yang berwujud padat,

tetapi jika dipanaskan akan berubah menjadi air yang berwujud cair.

Wujud air dapat berubah menjadi gas jika dipanaskan. Jadi pemanasan

menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Wujud padat dapat

berubah menjadi cair. Wujud cair dapat berubah menjadi gas.

b. Pendinginan

Pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud.

Wujud cair dapat berubah menjadi padat. Wujud gas berubah menjadi

cair.

c. Pembakaran

Kertas yang dibakar dapat berubah bentuk menjadi arang.

Warna kertas yang semula putih berubah menjadi hitam. Bentuk kertas

yang berupa lembaran berubah menjadi arang. Kertas yang lebih keras

berubah menjadi arang yang rapuh dan baunya juga berbeda. Jadi,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

pemabakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk,

warna, kekerasan, kelenturan, dan bau.

d. Pencampuran dengan air

Semen yang dicampur air yang mula-mula menjadi cairan yang

keras lama-lama semen akan memadat. Semen yang bersifat lunak

menjadi semen yang keras.

e. Pembusukan

Buah yang dibiarkan diudara yang terbuka lama-kelamaan akan

mengalami proses pembusukan. Proses tersebut dapat diamati dari

warna buah yang semakin kecokelatan, semakin lunak, dan bau yang

busuk. Jadi, pembusukan dapat menyebabkan benda mengalami

perubahan bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau.

f. Perkaratan

Logam yang terkena air lama kelamaan akan mengalami proses

perkaratan. Warna besi berubah menjadi kecokelatan dan mudah

rapuh. Jadi, perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami

perubahan warna dan kekerasan.

E. Kerangka Berpikir

Pembelajaran IPA bukan hanya menghafal informasi yang diberikan

guru. Siswa harus aktif ikut serta dalam proses pembelajaran demi memahami

materi secara mendalam. Metode eksperimen memudahkan siswa memahami

dan mempelajari materi. Siswa melakukan percobaan untuk menemukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

informasi tentang proses perubahan benda tersebut. Informasi yang ditemukan

siswa akan lebih bermakna sehingga akan mudah dipahami siswa. Dengan

demikian penggunakan metode eksperimen diharapkan agar meningkatkan

prestasi belajar siswa.

F. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas, dirumuskan

hipotesis tindakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Penggunaan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan prestasi

belajar IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri I

Danurejo, Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014 dapat

dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Persiapan alat dan bahan

b. Pemberian petunjuk dan informasi mengenai tugas yang harus

dilaksanakan selama eksperimen

c. Pelaksanaan eksperimen dengan menggunakan lembaran kerja/

pedoman eksperimen yang disusun secara sistematis

d. Penguatan perolehan temuan-temuan eksperimen yang dilakukan

dengan diskusi, tanya jawab, dan/atau tugas

2. Penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar IPA

pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri I Danurejo,

Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/ 2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu Penelitian Tindakan

Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya

sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya

sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Zainal, dkk, 2009: 3). Susilo

(2007: 19-24) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas dilaksanakan

melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan

refleksi. Langkah-langkah dalam PTK merupakan satu daur ulang atau siklus

yaitu sebagai berikut:

B.

Siklus 1 Siklus 2

Gambar 1 Siklus dalam PTK

Perencanaan

Tindakan

Observasi

Refleksi

Perencanaan

Tindakan

Observasi

Refleksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

1. Perencanaan

Perencanaan merupakan kegiatan awal dari setiap siklus. Kegiatan

perencanaan meliputi identifikasi masalah, analisis masalah, dan

perumusan masalah.

2. Pelaksanaan/tindakan

Implementasi tindakan dalam proses pembelajaran yang sesuai

dengan perencanaan pembelajaran yang sudah disusun.

3. Pengamatan/observasi

Kegiatan mengamati aktifitas siswa selama proses pembelajaran.

Hasil observasi dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan refleksi

dan revisi untuk menyusun rencana dan tindakan selanjutnya.

4. Refleksi

Refleksi dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk evaluasi

yang dilakukan guru dan tim pengamat. Berdasarkan hasil refleksi peneliti

akan menentukan perencanaan langkah selanjutnya.

B. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini diadakan di Sekolah Dasar Negeri Danurejo 1 yang

terletak di desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah Siswa SD Negeri Danurejo 1 tahun

pelajaran 2013/2014 kelas VA yang berjumlah 23 siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

3. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar dengan

menggunakan metode eksperimen pelajaran IPA materi perubahan benda

siswa kelas VA SD Negeri Danurejo 1 tahun pelajaran 2013/2014.

4. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 8 bulan pada semester genap

tahun pelajaran 2013/2014 yakni bulan Agustus-Maret2014.

Tabel 1. Jadwal Penelitian

No Kegiatan Bulan

Agustus Septem Okt Nov Des Jan Feb Maret

1 Observasi pra penelitian √

2 Penyusunan Proposal √ √

3 Permohonan izin penelitian √ √

4 Pengumpulan data √ √

5 Pengolahan data √

6 Penyusunan laporan √

7 Ujian skripsi √

8 Revisi √

C. Rencana Tindakan

1. Persiapan

a. Permintaan izin kepada Kepala SD Negeri Danurejo 1

b. Mengamati daftar nilai siswa tahun sebelumnya

c. Melakukan observasi pada siswa kelas V SD Negeri Danurejo 1 mata

pelajaran IPA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

d. Menyusun proposal penelitian.

e. Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi

pokoknya.

f. Menyusun perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKS, dan soal).

g. Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di

kelas, misalnya media/alat peraga.

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan

tindakan kelas sebagai berikut:

a. Siklus I

Siklus ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan,

dimana setiap pertemuan beralokasikan 2 JP.

1) Rencana Tindakan

Peneliti menyusun silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal

evaluasi dan kunci jawaban, media, alat dan bahan percobaan,

membagi siswa dalam kelompok.

2) Pelaksanaan Tindakan Siklus I

a) Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, tujuan yang akan

dicapai dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

b) Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang rancangan atau

petunjuk kegiatan yang akan dilakukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

c) Siswa melaksanakan kegiatan percobaan yang ada di dalam

LKS secara berkelompok (masing-masing kelompok

beranggotakan 4-5 orang).

d) Siswa membuat laporan hasil percobaan yang ada dalam LKS.

e) Siswa melakukan presentasi hasil laporan kegiatan yang telah

dibuat. Mengadakan tes atau evaluasi pembelajaran (siklus I

pertemuan kedua).

3) Observasi

Peneliti bersama tim pengamat melakukan pengamatan

terhadap proses belajar siswa dengan menggunakan metode

eksperimen.

4) Refleksi

Peneliti berefleksi setelah proses pembelajaran selesai.

Selama proses refleksi peneliti dibantu tim pengamat untuk

berefleksi bersama untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan

selama proses berlangsung.

b. Siklus II

Siklus ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan,

dimana setiap pertemuan beralokasikan 2 JP.

1) PerencanaanTindakan

Peneliti memperbaiki RPP, LKS berdasarkan hasil refleksi.

Selanjutnya melanjutkan pembelajaran siklus I dan diakhiri dengan

ulangan atau tes di akhir siklus II.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

2) Pelaksanaan Siklus II

a) Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang rancangan atau

petunjuk kegiatan yang akan dilakukan.

b) Siswa melaksanakan percobaan yang ada di dalam LKS secara

berkelompok (masing-masing kelompok beranggotakan 4-5

orang).

c) Siswa membuat laporan dari hasil kegiatan yang telah

dilakukan.

d) Siswa melakukan presentasi laporan kegiatan percobaan secara

bergantian di depan kelas.

e) Mengadakan tes atau evaluasi pembelajaran (siklus II

pertemuan kedua).

3) Observasi

Peneliti bersama tim pengamat melakukan pengamatan

terhadap proses belajar siswa dengan menggunakan metode

eksperimen.

4) Refleksi

Peneliti berefleksi selama proses mengajar. Selama proses

refleksi peneliti dibantu tim pengamat untuk berefleksi bersama

untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan

metode eksperimen berhasil mencapai target akhir yang

direncanakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

D. Instrumen Penelitian

Peubah dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Data mengenai

prestasi belajar diperoleh menggunakan tes. Tes yang digunakan peneliti

berbentuk tes tertulis yaitu pilihan ganda. Soal yang diberikan siswa setiap

siklusnya berjumlah 20 soal. Setiap soal mempunyai skor satu jika benar dan

skor nol jika salah. Berikut indikator, cara memperoleh data dan juga

instrumen yang digunakan.

Tabel 2: Peubah dan Instrumen Penelitian

No Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen 1 Prestasi

belajar siswa

1) Rata-rata nilai ulangan

2) Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM

Nilai tes

Tes tertulis Lembar tes/ ulangan siswa

Tabel 3. Rincian Pemberian Skor Siklus I dan Siklus II

No Jenis Soal Jumlah Soal Skor Maksimal

Tiap Soal Jumlah skor maksimal

1 Tes objektif 20 1 20

Jumlah 20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

E. Validitas Perangkat Pembelajaran dan Penelitian

Masidjo (1995:242) berpendapat bahwa validitas suatu tes adalah taraf

sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.

Validitas ditempuh melalui expert judgement dan empiris. Expert Judgement

yaitu ditempuh dengan cara mengkonsultasikan perangkat pembelajaran yang

sudah dibuat peneliti kepada ahli. Ahli yang dimaksud adalah guru lain yang

sudah mempunyai gelar sarjana dan kepala sekolah. Sedangkan empiris yaitu

digunakan untuk menguji soal evaluasi yang sudah dibuat peneliti.

1. Perangkat pembelajaran

Di bawah ini adalah hasil validasi instrumen pembelajaran meliputi

silabus, RPP, LKS, dan bahan ajar. Instrumen pembelajaran ini

divalidasikan kepada 3 orang ahli yaitu 2 Kepala Sekolah, dan 1 Guru

IPA. Hasil penghitungan validasi perangkat pembelajaran adalah sebagai

berikut :

Tabel 4. Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran

No Perangkat pembelajaran Expert judgement Hasil

1 Silabus Kepsek SD Banyurojo 4,7 Kepsek SD N Danurejo 1 4 Guru SD N Danurejo 1 4,1

Rata-rata 4,3 2 RPP Kepsek SD Banyurojo 4,6

Kepsek SD N Danurejo 1 4,1 Guru SD N Danurejo 1 4

Rata-rata 4,2 3 LKS Kepsek SD Banyurojo 4,8

Kepsek SD N Danurejo 1 4,5 Guru SD N Danurejo 1 4,4

Rata-rata 4,6

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

No Perangkat pembelajaran Expert judgement Hasil

4 Bahan Ajar Kepsek SD Banyurojo 4,8 Kepsek SD N Danurejo 1 3,2 Guru SD N Danurejo 1 4,2

Rata-rata 4,1

Tabel 5. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran

No Skor Kriteria 1 4,2-5 Sangat baik 2 3.4-4,1 Baik 3 2,6-3,3 Cukup 4 1,8-2,5 Kurang baik 5 1-1,7 Sangat kurang baik

Dari hasil skor penghitungan rata-rata validasi perangkat

pembelajaran (silabus, RPP, LKS, bahan ajar) di atas, diperoleh skor rata-

rata silabus adalah 4,3 dengan kriteria sangat baik. Skor rata-rata RPP

adalah 4,2 dengan kriteria sangat baik. Skor rata-rata LKS adalah 4,6

dengan kriteria sangat baik. Skor rata-rata bahan ajar adalah 4,1 dengan

kriteria baik. Dari penghitungan di atas, diperoleh skor rata-rata

keseluruhan perangkat pembelajaran 4,3. Hasil skor penghitungan tersebut

termasuk dalam kriteria sangat baik, sehingga perangkat pembelajaran ini

layak digunakan untuk penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

2. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Adapun kisi-kisi instrumen penelitian sebagai berikut :

Tabel 6. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Tingkat Kesulitan

Mudah Sedang Sulit 4. Memahami

hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses

4.2 Menyimpul kan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda baik sementara maupun tetap

Siklus I - Penyebab perubahan

benda karena pemanasan - Penyebab perubahan

benda karena pendinginan - Penyebab perubahan

benda karena pembakaran Siklus II - Penyebab perubahan

benda karena percampuran air

- Penyebab perubahan benda karena pembusukan

- Penyebab perubahan benda karena perkaratan

1, 18 3, 20 8, 14 5 6, 11 7, 14

10, 16 6, 19 4, 12, 17 2 1, 8, 10, 20 16, 19

2, 15 5, 7 9, 11, 13 3 4, 13, 15 9, 17

3. Validasi Instrumen Penelitian

Soal evaluasi sebelum diberikan ke siswa di hitung validitasnya

dengan cara diujikan ke siswa sekolah lain. Peneliti memilih SD

Banyurojo karena terletak dalam satu wilayah yang sama dan mempunyai

akreditasi yang sama. Hasil uji empiris dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 7. Hasil Penghitungan Validasi Soal Siklus I

No soal r hitung r tabel Keputusan

1 0,14 0,361 Tidak valid->> Direvisi 2 -1,25 0,361 Tidak valid 3 0,37 0,361 Valid 4 0,36 0,361 Valid 5 -0,15 0,361 Tidak valid 6 -0,27 0,361 Tidak valid 7 0,039 0,361 Tidak valid 8 0,10 0,361 Tidak valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

No soal r hitung r tabel Keputusan

9 0,31 0,361 Tidak valid->> Direvisi 10 -0,043 0,361 Tidak valid 11 0,35 0,361 Tidak valid->> Direvisi 12 -0,19 0,361 Tidak valid 13 0 0,361 Tidak valid 14 0,34 0,361 Tidak valid->> Direvisi 15 0,33 0,361 Tidak valid->> Direvisi 16 0,42 0,361 Valid 17 0,25 0,361 Tidak valid->> Direvisi 18 0,19 0,361 Tidak valid->> Direvisi 19 0,14 0,361 Tidak valid->> Direvisi 20 0,48 0,361 Valid 21 0,048 0,361 Tidak valid 22 0,40 0,361 Valid 23 0,14 0,361 Tidak valid->> Direvisi 24 0,39 0,361 Valid 25 0,47 0,361 Valid 26 0,40 0,361 Valid 27 0,39 0,361 Valid 28 0,42 0,361 Valid 29 -0,11 0,361 Tidak valid 30 0,30 0,361 Tidak valid->> Direvisi

Tabel 8. Hasil Penghitungan Validasi Soal Siklus II

No soal r hitung r tabel Valid/tidak valid

1 0,37 0,361 Valid 2 0,30 0,361 Tidak valid->> Direvisi 3 -0,02 0,361 Tidak valid 4 0,37 0,361 Valid 5 -0,08 0,361 Tidak valid 6 0,40 0,361 Valid 7 -0,13 0,361 Tidak valid 8 0,34 0,361 Tidak valid->> Direvisi 9 0,20 0,361 Tidak valid->> Direvisi

10 0,34 0,361 Tidak valid->> Direvisi 11 0,26 0,361 Tidak valid->> Direvisi 12 0,06 0,361 Tidak valid 13 0,16 0,361 Tidak valid->> Direvisi 14 0,29 0,361 Tidak valid->> Direvisi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

No soal r hitung r tabel Valid/tidak valid

15 0,33 0,361 Tidak valid->> Direvisi 16 0,10 0,361 Tidak valid->> Direvisi 17 0,086 0,361 Tidak valid 18 0,32 0,361 Tidak valid->> Direvisi 19 0,08 0,361 Tidak valid 20 -0,04 0,361 Tidak valid 21 0,1 0,361 Tidak valid->> Direvisi 22 -0,16 0,361 Tidak valid 23 0,28 0,361 Tidak valid->> Direvisi 24 0,15 0,361 Tidak valid->> Direvisi 25 0,17 0,361 Tidak valid->> Direvisi 26 0,31 0,361 Tidak valid->> Direvisi 27 -0,08 0,361 Tidak valid 28 0,15 0,361 Tidak valid->> Direvisi 29 -0,05 0,361 Tidak valid 30 0,01 0,361 Tidak valid

Dari hasil penghitungan validitas I pada soal siklus I dan soal

siklus II di atas, soal-soal yang valid digunakan untuk soal evaluasi dalam

penelitian. Soal yang tidak valid kemudian direvisi untuk melengkapi

indikator pada kisi-kisi soal. Soal yang tidak valid direvisi dan

dikonsultasikan dengan dosen pembimbing sehingga mendapatkan validasi

berdasarkan expect judgement.

F. Teknik Pengumpulan Data

Tes hasil belajar diperlukan untuk mengukur prestasi belajar dengan

menggunakan metode eksperimen. Data untuk prestasi belajar diperoleh

melalui tes tertulis. Tes ini dilaksanakan setelah siklus I dan siklus II.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini

adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data atau informasi yang dikumpulkan,

kemudian dianalisis dalam panelititan ini.

Analisis data mengenai prestasi belajar dengan cara membandingkan

skor hasil evaluasi keadaan awal, siklus I, dan siklus II sesuai dengan kriteria

keberhasilan yang telah ditentukan. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat

dihitung dengan cara sebagai berikut :

1. Cara menghitung peningkatan prestasi belajar

Kognitif

a. Penskoran

Jawaban benar = 1

Jawaban salah = 0

b. Menghitung jumlah skor tiap siswa

c. Menghitung nilai setiap siswa dengan rumus:

d. Menghitung Nilai Rata-rata

Ket : ∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa

n = Jumlah seluruh siswa

Nilai Akhir = jumlah skor setiap siswa x 5

Nilai rata-rata (N) = n

N

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

e. Menghitung persentase siswa yang telah mencapai KKM, dengan

rumus:

Berikut kriteria keberhasilan yang diharapkan peneliti:

Tabel 9. Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Siswa

No Peubah Indikator Kriteria Keberhasilan

Kondisi awal

Akhir siklus 1

Akhir siklus 2

1 Prestasi belajar siswa

Rata-rata nilai ulangan

Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM

60 40%

70 60%

80 80%

Persentase = Jumlah siswa yang mencapai KKM x 100% Jumlah Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Proses (PTK)

a. Siklus I

Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu tanggal 20 dan

21 November 2013 dengan materi perubahan benda karena pemanasan

dan perubahan benda karena pendinginan. Siklus I, siswa dibagi dalam

kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa.

1) Perencanaan

Peneliti dalam Siklus I untuk menilai prestasi belajar siswa

dalam pembelajaran IPA, peneliti amenyusun silabus, RPP, LKS,

bahan ajar, soal evaluasi dan kisi-kisi yang sudah divalidasi oleh

ahli. Peneliti menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk

pertemuan pertama yaitu tabung elemeyer, air, alat pembakar,

spirtus, korek api, dan es. Untuk pertemuan dua Siklus I perubahan

benda karena pembakaran, peneliti menyiapkan bahan dan alat

yaitu plastik, lilin, lidi, korek api dan kertas.

2) Pelaksanaan

a) Pertemuan 1

Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama

dilaksanakan pada tanggal 20 November 2013. Materi

perubahan benda karena pemanasan dan perubahan benda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

karena pendinginan. Langkah-langkah pembelajaran sudah ada

pada RPP.

Siswa datang lebih awal sebelum pelajaran dimulai

untuk menghafal juz amma yang dilaksanakan setiap pagi di

sekolah. Sebelum masuk kelas, siswa berbaris terlebih dahulu

di depan kelas dan ketua kelas menyiapkan barisan. Kemudian

setelah masuk kelas, salah satu siswa memimpin doa dan

selanjutnya salam ABITA yaitu Abita Abita Abita Merah Putih

Ya. ABITA singkatan dari Aku Bangga Indonesia Tanah Airku

dipimpin oleh ketua kelas.

Pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan

salam dilanjutkan dengan absensi kepada siswa. Guru

membangkitkan semangat siswa dengan cerita yang terkait

dengan materi. Ketika guru bercerita siswa belum antusias dan

masih ada yang belum fokus dengan perubahan benda sebagai

apersepsi. Kemudian dari apersepsi tersebut guru dan siswa

bersama-sama merumuskan masalah dan hipotesis. Selanjutnya

guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah

pembelajaran.

Kegiatan inti guru membagi Lembar Kerja dalam

kelompok yang heterogen. Setiap kelompok terdiri dari 4 dan 5

siswa. Selanjutnya diberi LKS, kemudian siswa duduk dalam

kelompok sesuai dengan nama kelompok. Ketika mengatur

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

tempat duduk, siswa masih bingung dalam pengaturan

kelompok. Perwakilan setiap kelompok mengambil alat dan

bahan percobaan yaitu tabung elemeyer, air, alat pembakar,

spirtus, korek api dan es. Selanjutnya siswa dalam kelompok

melakukan percobaan perubahan benda karena pemanasan dan

pendinginan sesuai petunjuk LKS.

Siswa berdiskusi mengerjakan LKS dan mengambil

kesimpulan dalam kelompok. Guru berkeliling mengamati

siswa serta memberikan motivasi dan mengarahkan siswa.

Dalam kelompok masih ada beberapa siswa yang pasif dan

belum bisa bekerja sama dalam kelompok. Setelah semua

kelompok selesai diskusi, dilanjutkan persentasi perwakilan

setiap kelompok di depan kelas. Ketika persentasi di depan

kelas siswa masih kelihatan malu-malu dan belum ada

kesadaran untuk mewakili kelompoknya. Akhirnya guru

menunjuk kelompok II untuk presentasi di depan kelas. Ketika

persentasi siswa melaporkan hasil diskusinya. Kelompok lain

dipersilahkan memberi tanggapan mengenai kesimpulan dari

kelompok II.

Seusai presentasi kelompok, alat dan bahan percobaan

pertama dikumpulkan dilanjutkan dengan mengambil alat dan

bahan percobaan kedua yaitu plastik, lilin, lidi, korek api dan

kertas. Dalam pengambilan alat siswa masih kelihatan belum

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

terlatih, kelihatan ragu. Tapi ada kelompok yang sudah punya

inisiatif untuk mengambil bahan dan alat sendiri tanpa

diperintah. Setelah semua siswa mengambil bahan dan alat

guru mengecek alat dan bahan. Selanjutnya mereka melakukan

eksperimen mengenai perubahan benda karena pembakaran ada

yang menghidupkan korek siswa lain memegang kertas untuk

dibakar, lilin, lidi dan plastik secara bergantian.

Siswa berdiskusi bersama untuk menarik kesimpulan.

Dalam diskusi guru mengingatkan untuk semua anggota

kelompok aktif menyampaikan pendapat. Ada pula yang

mencoba membaca buku sumber. Selesai menarik kesimpulan,

siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok ke depan

kelas. Siswa dalam presentasi percobaan kedua ini juga belum

berani maju secara sukarela. Siswa masih harus ditunjuk oleh

guru. Kemudian guru menunjuk kelompok IV. Saat presentasi

kelompok IV melakukan eksperimen di depan kelas dan

membacakan kesimpulan kelompoknya.

Kegiatan akhir, guru membimbing siswa untuk menarik

kesimpulan bersama. Kemudian guru memberi penguat kepada

siswa. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya. Tapi

siswa masih malu-malu untuk bertanya. Kemudian guru

menjelaskan ulang. Alat dan bahan dikumpulkan ke depan

kelas. Selanjutnya guru dan siswa berefleksi secara lisan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

Setelah berefleksi, siswa mengerjakan soal evaluasi. Setelah

selesai mengerjakan soal evaluasi. Guru menyampaikan

rencana tindak lanjut. Kemudian salam dan doa penutup.

b) Pertemuan 2

Pertemuan kedua, dilaksanakan tanggal 21 Nopember

2013. Pada pertemuan kedua, siswa membuktikan penyebab

perubahan benda kemudian dilanjutkan mengerjakan soal

evaluasi Siklus I.

Siswa sebelum masuk kelas ada pembiasaan menghafal

juz ama. Setelah menghafal juz ama, siswa berbaris di depan

kelas, disiapkan oleh ketua kelas. Setelah masuk kelas, ketua

kelas memimpin berdoa. Dalam kegiatan awal, guru mengawali

pembelajaran dengan salam, absensi kehadiran siswa

dilanjutkan. Guru membangkitkan semangat siswa dengan

salam ABITA supaya anak fokus pada materi pembelajaran.

Dilanjutkan dengan apersepsi yaitu bertanya jawab mengenai

penyebab perubahan benda karena pemanasan, pendinginan

dan pembakaran. Dibimbing oleh guru siswa membuat

hipotesis. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran

dan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan inti, siswa dibagi dalam kelompok. Setiap

kelompok beranggotakan 4 dan 5 siswa. Kelompok ini sama

dengan kelompok pada pertemuan pertama. Setelah dibagi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

dalam kelompok, siswa kemudian mengatur tempat duduk dan

meja. Setiap kelompok salah satu siswa untuk mengambil

bahan dan alat. Siswa kemudian langsung melakukan

percobaan untuk mengetahui penyebab perubahan benda.

Mereka mengerjakan LKS sesuai petunjuk LKS. Selesai

mengerjakan LKS, siswa menarik kesimpulan dalam

kelompok. Setelah semua kelompok selesai maka diskusi

dibawa ke kelas klasikal. Guru memberikan kesempatan pada

siswa untuk presentasi hasil diskusinya dengan membuktikan

percobaan di depan kelas. Dalam pertemuan dua ini, siswa

banyak yang menawarkan diri.

Kegiatan akhir, dalam kegiatan ini siswa bersama-sama

dengan guru membuat kesimpulan. Guru memberi penguatan

tentang penyebab perubahan benda yang baru saja dipelajari.

Siswa kemudian diberi kesempatan untuk bertanya jawab dan

dilanjutkan refleksi secara lisan. Setelah selesai refleksi, siswa

mengerjakan soal evaluasi untuk siklus I. Selesai mengerjakan

soal evaluasi, kemudian guru memberi rencana tindak lanjut

yaitu membuat ringkasan dan diakhiri dengan salam penutup.

3) Observasi

Saat proses pembelajaran berlangsung, guru juga

melakukan observasi. Dari hasil observasi pertemuan pertama,

siswa masih belum antusias, masih bingung dalam pembagian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

kelompok dan pengaturan kursi dan meja siswa juga masih malu

untuk menawarkan diri dalam presentasi kelas. Dalam

pengambilan bahan dan alat harus disuruh guru. Dalam kelompok

belum terlihat bekerja sama.

Hasil observasi pertemuan kedua, siswa sudah terlihat tidak

malu dalam menyampaikan diskusi di depan kelas. Salah satu

siswa dari kelompok punya inisiatif tanpa disuruh guru dan berani

maju di depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi

kelompok di depan kelas.

4) Refleksi

Siklus I pertemuan pertama ini sudah sesuai dengan alokasi

waktu yang telah ditentukan. Metode yang digunakan membuat

siswa aktif. Media alat dan bahan pun menarik. Pengaturan tempat

duduk kelompok masih membuat bingung siswa. Untuk mengatasi

hal tersebut, ketika dibagi kelompok maka papan kelompok yang

terbuat dari asturo langsung diletakkan di meja per kelompok.

Dengan demikian, siswa akan mudah mencari kelompok dan akan

mudah mencari kelompok dan akan mudah dalam mengatur tempat

duduk. Pada saat percobaan siswa yang kurang bisa berkomunikasi

sedikit demi sedikit akan bisa berkomunikasi dengan teman

kelompoknya. Masih ada siswa yang belum bekerja sama dalam

kelompok. Untuk mengatasi hal tersebut guru memberi arahan

kepada siswa supaya ikut berpartisipasi dalam kelompok. Selain

hal tersebut guru juga member motivasi kepada siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

Pengambilan alat dan bahan siswa belum jelas. Perwakilan

dari kelompok belum ditentukan tugasnya. Untuk mengatasi hal

tersebut, pertemuan berikutnya dalam kelompok ada yang ditunjuk

sebagai ketua. Kemudian ketua yang mengambil alat dan bahan.

Siklus I pertemuan kedua membahas mengenai penyebab

perubahan benda karena pembakaran. Kegiatan pembelajaran

dilakukan sesuai dengan perencanaan pembelajaran dengan

menggunakan metode eksperimen. Alokasi waktu sesuai yang telah

ditentukan. Dengan adanya media, alat dan bahan percobaan materi

lebih menarik.

Hasil dari penelitian siklus I menunjukkan bahwa adanya

peningkatan prestasi belajar siswa di mana nilai rata-rata siswa

yang pada kondisi awal adalah 60 naik menjadi 89 pada siklus I.

Dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM naik 60% dari

kondisi awal sebesar 40% menjadi 100% pada siklus I. Walaupun

hasil dari siklus I telah menunjukkan adanya kemajuan, namun

peneliti merasa bahwa hasil masih kurang maksimal sehingga

dirasa perlu untuk melanjutkan ke siklus selanjutnya.

b. Siklus II

1) Perencanaan

Penilai pada siklus I untuk menilai prestasi belajar siswa

dalam pembelajaran IPA peneliti menyusun silabus, RPP, LKS,

bahan ajar, soal evaluasi dan kisi-kisi. Kemudian alat dan bahan

yang digunakan untuk pertemuan pertama yaitu jeruk baru, apel

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

baru, sayuran baru, tomat baru, jeruk lama, apel lama, sayuran

lama, tomat lama, paku baru, plastik baru, paku lama, plastik lama,

seng lama dan seng baru. Peneliti membagi siswa dalam kelompok.

Peneliti berharap semua siswa dapat aktif kerja dalam kelompok

dan tidak ada siswa yang hanya berdiam diri. Selanjutnya siswa

melakukan eksperimen.

2) Pelaksanaan

a) Pertemuan 1

Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama

dilaksanakan pada tanggal 25 Nopember 2013. Sebelum masuk

kelas siswa berbaris di depan kelas. Ketua kelas menyiapkan

barisan kemudian mengurutkan barisan yang paling rapi untuk

masuk kelas.

Pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan

salam dilanjutkan dengan absensi kepada siswa. Setelah itu,

guru membangkitkan semangat siswa dengan bercerita yang

terkait dengan materi pembelajaran, siswa terlihat sangat

tertarik dan bersemangat. Siswa juga diajak tepuk kompak agar

lebih semangat. Selanjutnya guru melakukan apersepsi dengan

bertanya jawab terkait dengan perubahan benda karena

pembusukan dan perkaratan. Kemudian dari apersepsi tersebut

guru dan siswa bersama-sama merumuskan masalah dan

hipotesis. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan

pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

Kegiatan inti, guru membagi siswa ke dalam kelompok

yang beranggotakan 4 dan 5 siswa. Bahan kelompok sudah

disiapkan di setiap meja. Siswa langsung duduk di

kelompoknya masing-masing, guru membagi LKS di tiap

kelompok. Kemudian perwakilan dari kelompok salah satu

siswa mengambil bahan dan alat percobaan yaitu jeruk baru,

apel baru, sayuran baru, tomat baru, jeruk lama, apel lama,

sayuran lama, tomat lama, paku baru, plastik baru, paku lama,

plastik lama, seng lama dan seng baru. Selanjutnya siswa dalam

kelompok melakukan percobaan mengenai penyebab

perubahan benda karena pembusukan dan perkaratan sesuai

dengan petunjuk LKS. Dalam melakukan percobaan semua

siswa terlihat aktif di dalam kelompok. Kemudian siswa

berdiskusi mengerjakan LKS dan mengambil kesimpulan

dalam kelompok. Setelah semua kelompok selesai, dilanjutkan

presentasi kelompok, siswa sangat antusias. Semua siswa ingin

maju ke depan untuk presentasi. Kemudian guru memilih

kelompok yang mengacungkan tangan paling dulu presentasi.

Guru memberi tahu kalau nanti semua siswa akan mendapat

giliran untuk menjawab pertanyaan.

Kelompok I mempresentasikan hasil diskusi ke depan

kelas. Hasil jawaban dari kelompok I semua siswa setuju.

Setelah selesai guru memberi penguat dengan tepuk tangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

Selanjutnya guru menyuruh siswa setelah selesai percobaan

buah yang baru bisa dimakan bersama.

Siswa melakukan percobaan kedua. Siswa dalam

kelompok saling berdiskusi dalam menjawab LKS. Selesai

diskusi, guru memberi kesempatan pada semua siswa untuk

mempresentasikan hasil di depan kelas. Semua siswa antuasias

untuk menjawab pertanyaan. Akhirnya guru menunjuk

kelompok II. Kelompok III maju ke depan kelas membacakan

jawabannya. Selesai menjawab guru memberi penguat dengan

tepuk tangan.

Siswa melakukan percobaan ketiga siswa terlihat sangat

antusias. Semua siswa aktif dalam kelompok. Selesai

percobaan yang ketiga dilanjut presentasi. Selesai presentasi

bahan dan alat dikumpulkan. Percobaan keempat yaitu gula,

semen, garam, sendok, air dan gelas. Dalam kelompok siswa

sudah aktif. Guru berkeliling memberi bimbingan dan motivasi.

Sebagai percobaan, keempat siswa diberi kesempatan untuk

mempresentasikan di depan kelas untuk membacakan hasil

diskusi sambil membuktikan percobaannya. Selesai presentasi

bahan dan alat dibersihkan.

Kegiatan akhir, guru bersama-sama dengan siswa

menyimpulkan materi. Guru kemudian memberi penguatan

mengenai materi. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk

bertanya jawab mengenai materi yang belum jelas. Ketika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

disuruh bertanya, tidak ada yang bertanya dan semuanya sudah

jelas. Guru dan siswa bersama-sama dilanjutkan berefleksi

secara lisan. Setelah berefleksi siswa mengerjakan tugas soal

evaluasi diberi tindak lanjut yaitu membuat ringkasan tentang

perubahan benda karena percampuran air yang telah

dipelajarinya. Lalu dilanjutkan dengan salam penutup.

b) Pertemuan 2

Pertemuan kedua, dilaksanakan tanggal 26 Nopember

2013. Pada pertemuan kedua ini siswa membuktikan perubahan

benda karena percampuran air kemudian dilanjut mengerjakan

soal evaluasi siklus II.

Kegiatan awal, guru mengawali pembelajaran dengan

salam dan absensi kehadiran siswa. Kemudian dilanjutkan

tepuk kompak untuk membangkitkan semangat siswa,

dilanjutkan dengan apersepsi yaitu tanya jawab tentang

perubahan benda karena percampuran air. Dibimbing oleh

guru, siswa merumuskan permasalahan dan membuat hipotesis.

Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan

langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan inti, siswa dibagi dalam kelompok. Setiap

kelompok beranggotakan empat dan lima siswa. Setelah dibagi

dalam kelompok siswa kemudian mencari nama kelompok dan

duduk dalam kelompok. Kemudian perwakilan kelompok

mengambil LKS, alat dan bahan. Siswa kemudian melakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

percobaan. Mereka melakukan percobaan sesuai dengan

petunjuk LKS. Guru membimbing siswa dan melakukan

percobaan. Siswa setelah melakukan percobaan membuat

kesimpulan bersama-sama anggota kelompok. Setelah semua

kelompok selesai maka diskusi secara klasikal. Guru

memberikan kesempatan pada siswa untuk presentasi hasil

diskusinya dengan membuktikan percobaan di depan kelas.

Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi

kelompok yang sedang presentasi, siswa berebut untuk

presentasi kelas. Siswa terlihat sangat antusias.

Kegiatan akhir, siswa bersama-sama amembuat

kesimpulan. Siswa kemudian diberi kesempatan untuka

bertanya jawab dilanjutkan dengan refleksi. Setelah selesai

refleksi, siswa mengerjakan soal siklus II. Selesai mengerjakan

soal evaluasi siswa diberi tindak lanjut untuk membuat

ringkasan dan diakhiri dengan salam penutup.

3) Observasi

Pembelajaran siklus I dan II lancar dengan siswa masuk

semua. Semua siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Semua anggota kelompok aktif dan bekerja sama dalam kelompok.

Siswa mengerjakan LKS. Setelah selesai mengerjakan LKS siswa

presentasi di depan kelas. Pertemuan kedua, siswa terlihat lebih

aktif dan sudah dapat menyesuaikan dengan kerja kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

4) Refleksi

Siklus II pertemuan I membahas penyebab perubahan

benda karena pembusukan dan perkaratan. Pembelajaran

berlangsung sesuai dengan perencanaan pembelajaran dengan

menggunakan metode eksperimen. Dalam kegiatan pembelajaran

siswa terlihat sangat aktif dan antusias. Semua siswa terlibat dalam

kelompok. Alokasi waktu sesuai dengan yang telah ditentukan.

Pertemuan kedua membahas penyebab perubahan benda

karena pencampuran air. Pembelajaran berlangsung sesuai dengan

perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode

eksperimen. Dalam kegiatan pembelajaran siswa sangat aktif dan

antusias sesuai yang diharapkan.

Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode eksperimen

benar-benar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini

ditunjukkan dengan nilai rata-rata dari siklus I sebesar 89 naik

menjadi 92 pada siklus II. Sedangkan persentase jumlah siswa

yang mencapai KKM juga naik dari siklus I yang semula 100%

tetap berada pada posisi 100% pada siklus II. Dengan demikian

target akhir siklus II lebih dimantapkan lagi ketercapaiannya

sehingga penelitian dihentikan di sini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

2. Hasil Prestasi Belajar Siswa

a. Hasil prestasi belajar siswa kondisi awal, siklus I, dan siklus II

Perolehan hasil prestasi belajar siswa pada kondisi awal, siklus

I dan Siklus II adalah sebagai berikut :

Tabel 10. Hasil Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

No Nama Kondisi Awal

No. Nama Siklus I Siklus II

Nilai Ket Nilai Ket Nilai Ket 1 HU 60 Tidak tuntas 1 BA 90 Tuntas 85 Tuntas 2 AN 50 Tidak tuntas 2 EE 90 Tuntas 90 Tuntas 3 AF 70 Tuntas 3 LR 85 Tuntas 85 Tuntas 4 AW 40 Tidak tuntas 4 MH 90 Tuntas 90 Tuntas 5 MF 60 Tidak tuntas 5 AR 90 Tuntas 95 Tuntas 6 PT 60 Tidak tuntas 6 BC 90 Tuntas 95 Tuntas 7 RC 70 Tuntas 7 DP 95 Tuntas 95 Tuntas 8 AC 70 Tuntas 8 DA 95 Tuntas 95 Tuntas 9 AK 40 Tidak tuntas 9 FS 95 Tuntas 95 Tuntas 10 IP 50 Tidak tuntas 10 LD 90 Tuntas 90 Tuntas 11 MA 70 Tuntas 11 MN 90 Tuntas 90 Tuntas 12 AA 70 Tuntas 12 NA 80 Tuntas 85 Tuntas 13 AS 70 Tuntas 13 NK 85 Tuntas 95 Tuntas 14 AB 70 Tuntas 14 RB 85 Tuntas 90 Tuntas 15 AL 50 Tidak tuntas 15 RP 85 Tuntas 90 Tuntas 16 AP 70 Tuntas 16 SP 90 Tuntas 95 Tuntas 17 AR 60 Tidak tuntas 17 WE 90 Tuntas 95 Tuntas 18 AD 70 Tuntas 18 AW 90 Tuntas 100 Tuntas 19 LC 60 Tidak tuntas 19 PA 80 Tuntas 80 Tuntas 20 LN 70 Tuntas 20 DP 95 Tuntas 90 Tuntas 21 MI 60 Tidak tuntas 21 FY 95 Tuntas 90 Tuntas 22 RM 50 Tidak tuntas 22 FA 90 Tuntas 95 Tuntas 23 NN 60 Tidak tuntas 23 BM 90 Tuntas 95 Tuntas 24 NK 60 Tidak tuntas 25 DA 50 Tidak tuntas Rata-rata 60 Rata-rata 89 92 Capaian 40% Capaian 100% 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

b. Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

Hasil peningkatan prestasi belajar pada kondisi awal, siklus I, dan

siklus II dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 11. Hasil Peningkatan Prestasi Belajar

No Peubah Indikator Kondisi awal

Siklus I Siklus II

Target Capaian Target Capaian 1 Prestasi

belajar siswa

Rata-rata nilai ulangan

60

70 89 80 92

Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM

40% 60% 100% 80% 100%

Gambar 2 : Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas

60

89 92

0102030405060708090

100

Kondisi Awal Siklus I Siklus II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Gambar 3 : Peningkatan Capaian KKM

B. Pembahasan

Pembelajaran IPA dilaksanakan pada tanggal 20, 21, 25, dan 26

November 2013. Materi yang diajarkan perubahan benda meliputi pemanasan,

pembakaran, pendinginan, perkaratan, percampuran air, dan pembusukan.

Pembelajaran setiap siklusnya terdapat 2 pertemuan. Siswa dibagi dalam

kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Pembagian siswa

secara heterogen supaya siswa yang pandai tidak mendominasi dalam

kelompok.

Hasil prestasi belajar pada siklus I ini meningkat dibandingkan dengan

dengan kondisi awal sebelum adanya tindakan menggunakan metode

eksperimen. Dimana, kondisi awal siswa rata-rata nilai 60 dengan KKM 65

dan presentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 40%. Syah

Muhibbin (1995: 132) menjelaskan bahwa faktor pendekatan belajar sangat

40%

100% 100%

0,00%10,00%20,00%30,00%40,00%50,00%60,00%70,00%80,00%90,00%

100,00%

Kondisi Awal Siklus I Siklus II

Capaian KKM

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

mempengaruhi prestasi belajar siswa. Metode pembelajaran yang digunakan

guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Siswa mengalami peningkatan prestasi belajar setelah menggunakan

metode eksperimen. Setelah menggunakan metode eksperimen nilai rata-rata

siswa siklus I menjadi 89 dengan presentase jumlah siswa yang mencapai

KKM sebesar 100% yaitu semua siswa mencapai KKM sebesar 66.

Walaupun hasil yang dicapai pada siklus I sudah menunjukkan hasil yang

memuaskan, namun peneliti tetap melanjutkan pada siklus II supaya hasilnya

lebih mantap. Pada siklus II nilai rata-rata siswa menjadi 92 dengan presentase

jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 100%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang sudah dilaksanakan pada

siswa kelas V SD Danurejo 1 semester gasal tahun pelajaran 2013/2014, dapat

disimpulkan:

1. Penggunaan metode eksperimen dalam upaya meningkatkan prestasi belajar

IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri I Danurejo,

Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/2014 dapat dilakukan dengan

langkah-langkah sebagai berikut : a) Persiapan alat dan bahan, b) Pemberian

petunjuk dan informasi mengenai tugas yang harus dilaksanakan selama

eksperimen, c) Pelaksanaan eksperimen dengan menggunakan lembaran kerja/

pedoman eksperimen yang disusun secara sistematis dan d) Penguatan

perolehan temuan-temuan eksperimen yang dilakukan dengan diskusi, tanya

jawab, dan/atau tugas. Penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan

prestasi belajar IPA pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Negeri I

Danurejo, Mertoyudan, Magelang tahun pelajaran 2013/ 2014.

2. Penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar IPA

pada materi perubahan benda siswa kelas V SD Danurejo 1. Hal ini dapat

dilihat pada hasil prestasi belajar siswa yang telah diperoleh selama kegiatan

penelitian. Pada kondisi awal, berdasarkan data siswa pada tahun ajaran

2012/2013 rata-rata nilai siswa adalah 60 dan persentase siswa yang mencapai

KKM sebesar 40%. Setelah dikenai tindakan menggunakan metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

eksperimen pada siklus I, rata-rata nilai dan persentase siswa yang memenuhi

KKM mengalami peningkatan. Rata-rata nilai siswa kelas V tahun pelajaran

2013/2014 meningkat menjadi 89 dan persentase siswa yang memenuhi KKM

menjadi 100%. Sedangkan siklus 2 rata-rata nilai siswa mencapai 92 dengan

persentase siswa yang memenuhi sebesar 100%.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyampaikan beberapa saran

adalah sebagai berikut:

1. Bagi Guru Kelas

a. Pembelajaran IPA sebaiknya dengan metode yang mengajak siswa

membuktikan secara langsung mengenai konsep materi yang diajarkan

salah satunya metode eksperimen.

b. Guru diharapkan dapat mengembangkan media pembelajaran guna

meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja guru

c. Sebaiknya guru memberi motivasi pada siswa dalam kegiatan eksperimen

supaya siswa lebih kompak dan percaya diri.

d. Sebaiknya guru melakukan refleksi setelah kegiatan pembelajaran.

Kegiatan refleksi disarankan karena dapat mengetahui kekurangan dan

kelebihan guru saat mengajar.

e. Guru harus menyusun perencanaan yang matang dan terprogram termasuk

pengembangan metode harus diperhatikan karakteristik siswa yang akan

terlibat di mana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

memperoleh konsep dan ketrampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu

memecahkan masalah yang akan dihadapinya

2. Bagi Peneliti Lain

a. Sebagai bahan pembanding dan acuan bagi peneliti yang akan

melaksanakan penelitian tindakan kelas selanjutnya

b. Perlu adanya penelitian-penelitian lain untuk kemajuan pembelajaran dan

dunia pendidikan

c. Untuk pengembangan penelitian selanjutnya, obyek penelitian dapat

diperluas sehingga capaian yang didapat pada penelitian benar-benar

memantapkan hasil pengembangan metode eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

Daftar Pustaka

Anitah sri. 2007. “ Strategi Pembelajaran di SD ”. Jakarta : Universitas Terbuka dalam http://renny12395.blogspot.com/2013/02/metode-eksperimen.html Diakses tanggal 27 Februari 2014 pukul 12.57 WIB.

Aqib, Zaenal, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV. Yrama Widya Djajadisastra, Jusuf. 1981. Metode-metode mengajar. Bandung: Angkasa Djamarah, Syaeful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: PT. Rineka Cipta. Iskandar, Srini. M. 2001. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV.

Maulana. Purnama, Martini Dwi. 2009. Penerapan pakem dengan metode eksperimen untuk

meningkatkan hasil belajar IPA materi benda dan sifatnya di kelas V SDN Kebonsari 4 Kota Malang dalam: http://library.um.ac.id/ptk/index.php?mod=detail&id=37268.Diakses tanggal 25 Oktober 2013 pukul 13.00 WIB.

Purnomo, Joko dkk. 2008. Menjadi Ilmuwan yang Guru dan Guru yang Ilmuwan.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Purnomo, Joko. 2012. Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan

Metode Eksperimen Pada Materi Sifat-Sifat Cahaya Siswa Kelas V SD Negeri 1 Bakung, Klaten Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma

Sudjana. 1989. Dasar – dasar Belajar Mengajar . Bandung : Sinar Baru. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Kencana Susilo. 2007. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Pustaka Book

Publisher Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya. Tirtonegoro, Sutratinah. 1984. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya.

Jakarta: Bina Aksara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI