presentation karl martinsen,

of 29/29
Phylosopical Nursing Theory Kari Marie Martinsen Phylosophi of Caring Budi Somantri Dania Relina S Dewi Umu Kulsum Jumrotun Nimah NPM: NPM: NPM: NPM: 215114008 215114001 215114019 215114014 KELOMPOK I

Post on 22-Dec-2015

390 views

Category:

Documents

69 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kart martinsen

TRANSCRIPT

Phylosopical Nursing Theory Kari Marie Martinsen Phylosophi of Caring

Phylosopical Nursing Theory Kari Marie Martinsen Phylosophi of Caring

Budi SomantriDania Relina SDewi Umu KulsumJumrotun NimahNPM: NPM:NPM:NPM:215114008215114001215114019215114014

KELOMPOK I

BAB IPENDAHULUANTeori filosofikal, ilmiah dasar dan aplikasi praktis yang dikembangkan oleh Kari Marie Martinsen berfokus pada telaah di sisi moral keperawatan, dan etika keperawatan. Pandangan dunia fenomenologis berbasis Martinsen adalah manusia tidak dapat dipahami atau dipertimbangkan dalam isolasi dari lingkungannya. Manusia dan lingkungan merupakan suatu perangkat yang menyebabkan setiap situasi tergantung konteks dan bersifat unik.

Tujuan

Tujuan umum :Mampu menerapkan teori filosofikal keperawatan menurut Kari Marie Martinsen ke dalam kasus pelayanan keperawatan.Tujuan khusus:Mendemonstrasikan pengkajian keperawatan sesuai dengan teori Kari Marie Martinsen: Phylosophi of CaringMendemonstrasikan proses diagnosa keperawatan sesuai dengan teori Kari Marie Martinsen: Phylosophi of CaringMendemonstrasikan perencanaan keperawatan sesuai dengan teori Kari Marie Martinsen: Phylosophi of CaringMendemonstrasikan intervensi keperawatan sesuai dengan teori Kari Marie Martinsen: Phylosophi of CaringMendemonstrasikan evaluasi keperawatan sesuai dengan teori Kari Marie Martinsen: Phylosophi of Caring

MetodePenulisan yang didasarkan pada informasi dan teori yang diperoleh dari berbagai literature, referensi, internet

Sistematika PenulisanSistematika penulisan makalah ini terdiri dari BAB I Pendahuluan, BAB II Tinjauan Teori, BAB III Aplikasi Teori dan Pembahasan, BAB IV Pembahasan dan BAB V Penutup

BAB IITINJAUAN TEORIBiography Philosophy Of CaringKari Martinsen (1943) lahir dan dibesarkan di Oslo, Norwegia di Ulleval College of Nursing, Oslo,Beliau menyelesaikan pendidikan menjadi seorang perawat pada tahun 1964. Beliau menjadi perawat psikiatri pada tahun 1966 di Di Kemark Rumah Sakit Psikiatri. Pada tahun 1972-1974, menjalani pendidikan di Universitas Master, Institut filosofi, Bergen. Pada tahun 1984 mendapatkan gelar Doktor falsafah. Pada tahun 2002, bekerja sebagai profesor di departemen kesehatan masyarakat dan perawatan kesehatan primer, Bagian untuk keperawatan.

Konsep-Konsep Utama

Struktur Ide Philosophy of Caring (Alligood, M. R., & Tomey, A. M, 2010).Perawatan Penilaian profesional dan penegasan. Praktik Moral Ditemukan Dalam PerawatanPerson Oriented ProfessionalUngkapan Hidup TertinggiArea Yang Tak Dapat DisentuhVokasiMata HatiThe Registering Eye

Asumsi Utama Konsep Dasar Terkait Paradigma Dalam Keperawatan dan Definisinya (Alligood, M. R., & Tomey, A. M, 2010).KeperawatanManusia KesehatanLingkungan: ruang dan situasiPernyataan-pernyataan TheoriticalPernyataan logika : berdasarkan pengalaman, fenomena

Tujuan TeoriCaring yang berhubungan atau menekankan rasa empati, refleksi, keterbukaan dan kemurahan hati dan kepercayaan. Pada pelaksanaan asuhan keperawatan di masyarakat saling terkait satu sama lainnya, karena pelayanan yang diberikan haruslah bersifat komprehensif dan berkesinambungan karena kebutuhan tiap individu berbeda satu sama lainnya, maka perawat haruslah bersikap sesuai dengan kebutuhan pasien saat itu (Alligood, M. R., & Tomey, A. M, 2010).

BAB III ROLE PLAYROLE PLAY TEORI FILOSOFIKAL KARI MARTINSENNarator: Ns. JumrotunPemainPerawat: Ns. Dewi dan Ns. DaniaPasien: Bpk Budi Keluarga Pasien: Audien

1. Diagnosa Setelah melakukan pengkajian baik fisik atau mental, didapatkan hasil: Data subyektif: pasien menyatakan ketakutan, merasa tidak aman (takut banjir dating lagi), merasa bersalah karena tidak bisa menolong anak dan istrinya yang terseret banjir. Data obyektif : berduka (sedih), waspada berlebihan, ansietas.

Kemudian dari data pengkajian, perawat menganalisa bahwa diagnose Bapak Budi adalah Sindrom Pasca Trauma.

RESUME ROLE PLAY:

2. Perencanaan KeperawatanNs. Dania melaporkan hasil pengkajiannya kepada ketua tim Ns Dewi Ns Dewi segera menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan, antara lain: Bina hubungan saling percaya pasien dengan perawatBantu Pasien dalam mengenali peristiwa traumatis yang dialaminyaPasien dapat mamhami hubungan antara peristiwa traumatis yang dialaminya dan keadaan dirinya saat ini.Pasien dapat mengidentifikasi cara-cara mengatasi sindrom pasca trauma yang dialamiPasien dapat mengidentifikasi faktor pendukung yang dapat dijangkauPasien dapat memanfaatkan faktor pendukung

3. ImplementasiKeesokan harinya, Ns. Dewi dan Ns Dania menghampri Pak Budi untuk melakukan tindakan keparawatan.Sementara itu perawat Bud terlihat menyendiri, sambil sesekali berteriak ketakutan banjir datang lagi.Sesekali juga menangis karena teringat istri dan anaknya yang terseret banjir.

4. EvaluasiSetelah perawat Dewi dan Dania menerapakan tindakan pertama. Kemudian Perawat Dania mengevaluasinya. Hasil evaluasinya tindakan pertamanya terlaksana dengan baik. Dan selanjutnya perawat Dania memberikan tindakan kedua sampai dengan yang terakhir.

EPILOGSetelah mendapatkan perawatan dengan penuh empati dari perawat Dania , pasien Budi sudah bisa menerima kenyataan tentang kematian anaknya dan istrinya, walaupun sangat menyakitkan baginya. Rasa takut pasien Budi akan adanya banjir susulan berangsur- angsur hilang. Sebagai perawat kita harus paham pentingnya Caring dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Memiliki rasa empati dan refleksi terhadap apa yang dirasakan pasien, serta memandang pasien sebagai individu yang harus dilindungi integritasnya.

BAB IVPEMBAHASAN1. PerawatanMartinsen mengatakan bahwa dalam praktik keperawatan, Caring menjadi hal yang sangat fundamental. Praktik Caring berkaitan dengan tiga hal, antara lain hubungan, praktik, dan moral. Hal ini yang ingin penulis sampaikan di dalam skenario pada bab III. Terdapat dua orang perawat, yaitu Ns. Dewi dan Ns Dania yang dengan sabar merawat pasien. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Martinsen bahwa Caring sangat bermanfaat bagi pasien untuk bisa mendapatkan rasa aman.

2. Penilaian professionalPenilaian profesional menunjukkan kualitas suatu hubungan yang sebenarnya. Hal ini bisa dicapai melalui latihan menilai secara profesional baik dalam praktik maupun kehidupan sehari-hari berdasarkan observasi klinis kita. Penilaian professional telah ditunjukkan oleh Ns. Dewi dan Ns Dania. Perawat sudah berusaha untuk memahami kondisi pasien dengan cara melihat, mendengar dan menyentuh secara klinis dengan baik dan benar. Sehingga mereka dapat mengetahui kondisi pasien, dimana ada yang mengalami masalah fisik dan ada juga yang mengalami masalah psikologis sebagai akibat dari bencana alam yang terjadi.

3. Praktik moral ditemukan dalam perawatan

Praktik moral dapat terjadi bila empati dan refleksi ditampilkan secara bersama-sama saat bekerja sehingga Caring dapat diekspresikan dalam tindakan keperawatan. Empati merupakan suatu sikap dimana kita berusaha ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, berusaha untuk memahami masalah yang dialami oleh orang lain. Empati dapat ditunjukkan baik secara verbal ataupun dengan nonverbal. Sikap empati inilah yang dicoba ditampilkan oleh Ns. Dewi dan Ns Dania. Hal ini dapat dilihat dari perkataan ataupun perbuatan mereka. Contohnya: Tenang pak saya mengerti apa yang bapak rasakan.

4. Person oriented professional

Person Oriented Professional mempunyai makna bahwa perawat sebagai tenaga profesional memandang pasien sebagai orang yang menderita dan harus dilindungi integritasnya. Dalam kasus tergambar bagaimana menderitanya pasien Budi karena kehilangan yang dialaminya saat banjir bandang menghancurkan desanya. Kondisi pasien tersebut merupakan suatu tantangan bagi Ns Dania, sebagai perawat professional untuk dapat menunjukkan kompetensinya dalam menjalin hubungan dengan pasien dan membantu pasien agar tidak kehilangan integritas dirinya.

Ungkapan hidup tertinggi

Ungkapan hidup tertinggi adalah keterbukaan, kemurahan hati, kepercayaan, harapan, dan cinta. Dalam membantu pasien yang mengalami masalah psikologis, keterbukaan dan kemurahan hati perawat sangat diperlukan sehingga pasien merasa diterima dan dipahami kondisinya. Selain itu, kepercayaan perlu diperlihatkan oleh perawat agar pasien merasa menemukan tempat untuk mencurahkan apa yang dirasakan olehnya. Pada pasien yang sedang mengalami kehilangan, kita perlu menanamkan pada pasien secara perlahan-lahan bahwa masih banyak harapan yang bisa diraih dalam hidup, hidup tidak berhenti saat itu. Hal itu dapat dicapai bila kita (perawat) melakukannya dengan cinta. Dalam skenario di bab III, hal-hal tersebutlah yang berusaha ingin kelompok tampilkan. Sehingga akhirnya pasien Budi sudah bisa menerima kenyataan tentang kematian anaknya, walaupun sangat menyakitkan baginya, dan rasa takut pasien Budi akan adanya banjir susulan berangsur-angsur hilang.

6. Area yang tidak dapat disentuhDalam Caring, area yang tidak tersentuh adalah lawan dari keterbukaan. Dalam kasus ini, Ns. Dewi dan Ns Dania berusaha untuk menggali permasalahan pasien secara perlahan, dengan tidak memaksa pasien untuk menerima kenyataan yang ada. Area yang tidak dapat disentuh merupakan hal yang privacy bagi pasien, tidak akan diceritakan oleh pasien bila belum ada trust antara perawat dan pasien. Langkah awal dalam menciptakan trust adalah dengan memperkenalkan diri perawat pada pasien, seperti yang terdapat dalam skenario. Contohnya: Perkenalkan nama saya Dania, saya petugas kesehatan disini yang akan merawat bapak selama di posko pengungsian. Bapak namanya siapa?

7. VokasiVokasi adalah suatu kebutuhan hidup yang membuat manusia merasa sempurna dalam berhubungan dan merawat (peduli) terhadap orang lain. Tindakan yang dilakukan oleh Ns Dania, yang segera datang ke daerah bencana untuk menolong korban merupakan suatu bentuk pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri manusia, dimana sebagai perawat professional, mereka merasa berguna bagi orang lain sehingga mereka merasa menjadi orang yang sempurna.

8. Mata hatiHati bicara tentang eksistensi individu, derita orang lain dan situasi yang ada didalamnya. Dalam kasus ini Ns Dania, pergi ke tempat bencana untuk menolong korban karena hati mereka yang bicara sehingga mereka juga ikut merasakan derita dari korban bencana tersebut.

9.The registering eye

The Registering Eye adalah objektifitas dan perspektif dari pengamat. Maksudnya dalam memberikan tindakan keperawatan pada pasien, perawat harus melakukan seobjektif mungkin sesuai dengan kondisi pasien dan berdasarkan cara pandang perawat yang dilandaskan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Pada kasus yang terdapat dalam skenario, registering eye digunakan oleh perawat untuk mengenali dan memahami kondisi pasien. Dalam menggali permasalahan pasien, perawat melakukan pengamatan dan pemeriksaan satu persatu pada pasien dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.

BAB VPENUTUP5.1. KesimpulanKarie Marie Martinsen adalah seorang perawat dan filosofer, mengungkapkan teori keperawatan philosophical Caring dengan asumsi dasar bahwa Caring termasuk dalam praktik keperawatan dimana perawat memberikan asuhan keperawatan, merawat dan peduli pada orang lain. Hal yang harus diperhatikan ketika melakukan Caring kepada pasien yaitu: Caring berkaitan dengan hubungan, praktik, dan moral.

Cont ......Menurut Martinsen (1975), manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial dan komunitasnya keduanya mempengaruhi kesehatan dimana sehat adalah refleksi dari kondisi organisme, selain itu juga merupakan ekspresi tingkat kompetensi dalam pengobatan. Manusia selalu berada dalam situasi yang berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain dan dalam ruang yang satu ke ruang yang lain (berada dalam tempat dan ruang khusus).

Cont ......Terdapat Konsep dasar dari teori yang diungkapkan filosofer Kari Marie Martinsen yaitu: perawatan, penilaian profesional, praktik moral ditemukan dalam perawatan, person oriented professional, ungkapan hidup tertinggi, area yang tidak dapat disentuh, vokasi, mata hati, the registering eye.

5.2 Saran

Setelah mempelajari tentang teori filosofikal keperawatan, sebaiknya mahasiswa program magister keperawatan benar-benar bisa memahami tentang konsep Caring dan dapat menerapkannya dalam praktik keperawatan sehari-hari pada pasien.Seorang perawat sebagai tenaga professional di pelayanan kesehatan sebaiknya mengetahui tentang konsep Caring dan mengaplikasikannya dalam tugas sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan

DAFTAR PUSTAKAAlligood, M. R., & Tomey, A. M. (2010). Nursing Theorist and Their Work (7 ed.). United State of Amerika: Mosby Elsevier.Hem, M. H., & Pettersen, T. (2011). Mature care and nursing in psychiatry: Notions regarding reciprocity in asymmetric professional relationships. Health Care Analysis : HCA, 19(1), 65-76. doi:http://dx.doi.org/10.1007/s10728-011-0167-yKeliat, B. A., Wiyono, A. P., & Susanti, H. (2011). Manajemen Kasus Gangguan Jiwa (CMHN: intermediet course). Jakarta: EGC.

Martinsen, E. H. (2011). Care for nurses only? medicine and the perceiving eye. Health Care Analysis : HCA, 19(1), 15-27. doi:http://dx.doi.org/10.1007/s10728-010-0161-9Junaidi (2011) Teori Filosofikal Keperawatan Kari Martinsen. Retrieved from http:// no.jun.org /wiki/ Kari Martinsen , 14 November ,2013.