aglomerasi

22
Teori Lokasi dan Perkembangan Kota Kelompok 1 Kelas AA Ekonomi Perkotaan

Upload: brawijaya-university

Post on 30-Jul-2015

64 views

Category:

Economy & Finance


1 download

TRANSCRIPT

Teori Lokasi dan Perkembangan KotaKelompok 1 Kelas AA Ekonomi Perkotaan

• Minggu lalu : Why do City Exist?– We’re not self-sufficient– Some people decide to build firms (provide our

need)– Some people exchange their labor for goods and

service– Firms attract people to live near to, bcs of the job– more people come and live near the firms (make

more daily need and more firms are built)– The City Exist

• Alasan Firms Berdiri– Comparative Advantage : Trading City– Internal Scale Economies in Production : Industrial

City– Aglomerative Economies in Production and

Marketing : Large Industrial City and Large Trade City

Comparative Advantages

• Comparative Advantages – kedua belah pihak mampu untuk berdagang sekalipun salah

satu pihak secara mutlak mampu untuk memproduksi dua barang lebih efisien

• Comparative Advantages and Transportation cost– Karena transportasi membutuhkan biaya dan memiliki skala

ekonomis, firm akan kirim barang dengan volume besar supaya biaya lebih murah. Atau, firm dapat mendirikan pabrik-pabrik di dekat pasar.

• Lahirlah Kota Perdagangan : Singapura, Calcuta, Surabaya, Makasar, Manchester, New Orleans

Internal Scale Economies in Production

• Terjadi Karena, ternyata, memproduksi suatu barang secara besar-besaran (dalam volume besar) ternyata lebih murah daripada memproduksi barang dalam skala kecil (homemade)

• Firm akan membutuhkan banyak tenaga kerja• Para pekerja akan tinggal dekat dengan tempat

produksi• Semakin banyak pekerja, semakin banyak kebutuhan• Kota akan tumbuh di sekitar lokasi produksi

Aglomerative Economies

• Berkumpulnya beberapa Firm dari beberapa Industri yang atas dasar motif ekonomi (memperbesar keuntungan dan memperkecil biaya).

• Keyword : Firm, Industry, industrial firm, trade firm, Cluster, Localization, Urbanization, Market.

Aglomerative Economies

• Aglomerative Economies in Production• Aglomerative Economies in Marketing

Aglomerative Economies in Production

• Aglomerasi produksi mengacu kepada pengumpulan beberapa firm untuk mendapatkan possitive externality dalam produksi barang

• Aglomerasi produksi dibagi menjadi– Localization Economies– Urbanization Economies

Localization Economies

• Ekonomi lokalisasi terjadi jika biaya produksi perusahaan dalam industri tertentu menurun sebagaimana peningkatan total output dari industri lain. Dengan syarat perusahaan-perusahaan membentuk cluster atau berdekatan

• Terjadi dikarenakan 3 alasan ;– Scale Economies in Intermediate Inputs– Labor-Market Pooling– Knowledge Spillover

Scale Economies in Intermediate Inputs

Firm that produce button

Dress-maker Firm Dress-

maker Firm

Dress-maker Firm

Dress-maker Firm

Labor-Market Pooling

Television Firm

Television Firm

Television Firm

Television Firm

Workers WorkersWorkersWorkers

Number of workers Number of workers

$ $

120 12080 160

Isolated Firm Firm in Cluster

10

30

10

30

20

D D

D D

Bad Bad

Good Good

Knowledge Spillover

Computer Firm

Computer Firm

Computer Firm

ComputerFirm

New Method to Produce High

Quality Motherboard

The Method spreads over the cluster

Worker Conversation

Where do The Cluster Develop?

• Localization economies, menyebabkan satu firm dengan firm lain dalam beberapa industri saling berdekatan.

• Di sekitar Cluster, nantinya juga akan berdiri firm-firm baru yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja yang ada pada cluster industri.

• Akhirnya, di sekitar cluster akan muncul populasi yang cukup besar membentuk sistem kehidupan tersendiri dan menjadi Kota Industri Besar

The Incubator Process

• The Incubator Process– Di setiap cluster perusahaan memasok beberapa input

intermediate, menyediakan lingkungan untuk perusahaan yang akan berkembang (incubate) untuk mengembangkan produk baru dan teknologi produksi

Karena permintaan yang tidak menentu dan teknik produksi yang tidak pasti, perusahaan akan :1. Melakukan pengembangan skala ekonomi terhadap

produksi barang intermediate2. Melihat ekonomi pasar tenaga kerja3. Mempertimbangkan kemungkinan untuk bertukan idea

tentang produk dan proses produksi

Product Cycle Theory

• Product cycle theory (Vernon 1972)– Produk dikembangkan oleh small firm pada suatu

cluster– Ketika produk mulai berkembang dan diproduksi

dengan skala besar, firm akan melakukan perindahan produksi ketempat yang tenaga kerja dan tanahnya lebih murah (investasi ke luar negri)

Urbanization Economies

• Firm mendekatkan diri dengan kota dikarenakan kota menyediakan berbagai fasilitas yang mampu meminimalkan biaya produksi (atm,jalan tol, layanan publik, pemadam kebakaran ,tenaga kerja, asuransi, dll)

Aglomerative Economies in Marketing: Shopping Externalities

Bagian ini akan menjelaskan bagaimana pemasaran dalam ekonomi aglomerasi mempengaruhi pembangunan kota. Seperti adanya perusahaan yang berkelompok, menghasilkan keuntungan dalam pembangunan kota berbasis bisnis, dan pusat ritel dalam sebuah kota.

Shopping Eksternalitas Hal ini terjadi bila ada penjualan sebuah toko dipengaruhi oleh lokasi toko lain. Ada 2 jenis produk yang menciptakan terjadinya eksternalitas ini.

• Imperfect SubtituesAdanya 2 barang yang sama tetapi tidak sama secara spesifik. Contoh seperti baju, sepatu, perhiasan dan alat elektronik. Pengelompokan perusahaan dalam hal ini dapat mengurangi biaya berbelanja dan berpotensi menarik pembeli, kelompok ini biasanya berada di pusat kota, mal, dll.

90008000

50 100 110

Initial Supply Supply in Cluster

D’

D’’

D*

• Complementary GoodsPengelompokan juga terjadi ketika perusahaan menjual barang komplementer. Barang komplementer biasanya dibeli bersamaan, ada yang disebut dengan one-stop shopping. Karena hal ini berguna, maka perusahaan menjual barang komplementer berkelompok di pusat perbelanjaan.

• Retail ClusterAda beberapa jenis kelompok retail, yaitu :

Untuk beberapa barang, penjual ritel menjual barangnya di pinggir jalan, seperti : keperluan otomotif. Kelompok ini berkaitan dengan comparison shopping.

Kelompok lain berjualan di pusat perdagangan, mal, dll. Kelompok ini biasanya berkaitan dengan complements goods.